- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Menteri PU Tinjau Lokasi Percontohan Penerapan Irigasi Padi Hemat Air di Cirebon
.jpg)
CIREBON - Menteri Pekerjaan Umum (PU)
Dody Hanggodo meninjau lokasi percontohan penerapan Irigasi Padi Hemat Air
(IPHA) di Daerah Irigasi (D.I) Rentang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu
(4/1/2025).
Menurut Menteri Dody, mengatakan penerapan IPHA seluas
85.867 ha di D.I Rentang sejak tahun lalu ini bisa dibilang proyek percontohan
yang sukses. Setelahnya juga akan dilanjutkan penerapannya di D.I Kamun seluas
sekitar 2.000 ha yang saat ini masih dalam tahap sosialisasi.
"Bedanya pada cara tanam, pemakaian air berkurang tapi
yang produksi gabahnya bisa naik 2 ton. IPHA rencananya diterapkan di seluruh
Indonesia karena ini salah satu solusi bahwa hemat air pun bisa maksimal
hasilnya, insya allah saya yakin bisa," katanya.
Baca Lainnya :
- Sambut Libur Nataru, Menteri PU Tinjau Jalan Tol Fungsional Gending-Krasaan0
- Dampingi Presiden Resmikan Flyover Madukoro, AHY: Pembangunan Infrastruktur Tingkatkan Konektivitas0
- Kemitraan Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan0
- Menteri PU: Infrastruktur Sumber Daya Air Siap Dukung Program Swasembada Pangan0
- Hutama Karya Terapkan AI Untuk Perencanaan Jalan Tol Trans Sumatera Yang Cepat, Tepat, Dan Efisien0
Metode IPHA adalah teknik budidaya padi dengan sistem
pengelolaan tanaman, air dan tanah. Tujuannya untuk meningkatkan penggunaan air
yang efektif, efisien dan
proporsional, meningkatkan luas areal pertanaman (IP)
terutama saat musim kemarau, serta meningkatkan produksi dan pendapatan petani.
"Keunggulannya pemakaian air lebih hemat kurang lebih
30%, hemat biaya hanya butuh benih 10 kg/ha, dan hemat waktu panennya lebih
cepat karena ditanam bibit muda. Hasilnya terbukti dapat meningkatkan produksi
hingga mencapai 11 ton/ha," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Bob
Arthur Lombogia.
Dengan adanya penghematan air, maka suplai air yang tersisa
dapat dipakai ke areal lain pada musim kemarau sehingga dapat meningkatkan IP
hingga 30%.
Sunaryo, salah satu petani, juga menyampaikan penerapan
metode IPHA selama satu tahun atau dua kali musim tanam ini memberikan
peningkatan hasil panen yang signifikan.
"Alhamdulillah ada peningkatan setelah IPHA sebelumnya
8,4 ton/ha menjadi 9,8-10,5 ton/ha," katanya. Turut hadir Direktur
Irigasi dan Rawa Bastari dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk
Cisanggarung Dwi Agus Kuncoro. (Yul)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

