- Cerita Seekor Semut Berusia 40 Juta Tahun Yang Tersembunyi Dalam Amber Goethe
- Masih Berpikir Air Kemasan Lebih Bersih Dibanding Air Keran Yang Diolah?
- Ampas Kopi Ternyata Bisa Menghilangkan Logam Beracun Dari Air Yang Terkontaminasi
- Senyawa Lidah Buaya Dapat Membantu Mengobati Penyakit Alzheimer
- Tiga Siswa SMA Asal Bandung Raih Juara Change It Challenge dari Monash University
- Terapkan Komitmen Keberlanjutan, PT IKD Resmikan PLTS Atap 10 MWP, Terbesar di Sumatera Utara
- Indonesia Targetkan Pembangunan Proyek Listrik Tenaga Nuklir 7 GW pada 2034
- 5 Jenis Pertanian Perkotaan di Lahan Sempit, Bisa Mendatangkan Cuan
- Kenali Gejala Penyakit Liver Sejak Dini Pada Orangtua
- Cafe Jamu Indonesia, Dari Warisan Leluhur ke Masa Depan Kesehatan Global
Senyawa Lidah Buaya Dapat Membantu Mengobati Penyakit Alzheimer
Lidah buaya juga mengandung banyak senyawa alami yang dapat memengaruhi proses di dalam tubuh

Keterangan Gambar : Tanaman lidah buaya ternyata berpotensi untuk membantu mengobati penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah kondisi otak serius yang perlahan-lahan merusak memori, kemampuan berpikir, dan perilaku. Penyakit ini sudah memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia dan menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia.
Seiring waktu, individu dengan Alzheimer mungkin kesulitan mengingat nama, mengikuti percakapan, atau menyelesaikan tugas sehari-hari. Seiring perkembangan penyakit, hal itu dapat sangat memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup. Terlepas dari penelitian bertahun-tahun, masih belum ada obat untuk penyakit ini. Perawatan yang dilakukan saat ini hanya membantu mengelola gejala untuk waktu yang terbatas.
Baca Lainnya :
- Kenali Gejala Penyakit Liver Sejak Dini Pada Orangtua0
- Jenis Makanan Ini Sangat Berbahaya Bagi Penderita Kanker 0
- Deforestasi Mengakibatkan Nyamuk Merajalela, Dapat Menyebarkan Penyakit Menular 0
- Inovasi Hijau Terbaik Januari 2026, dari Rumput Laut hingga Drone Pemadam Kebakaran0
- Waspada! Polusi Plastik Bisa Menyebabkan Lingkungan Air Jadi Berbahaya0
Karena itu, para ilmuwan terus mencari pilihan pengobatan baru yang dapat memperlambat penyakit atau meningkatkan fungsi otak. Nah, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan sumber bantuan potensial yang tidak terduga yakni lidah buaya (aloe vera).
Selama ini lidah buaya dikenal luas sebagai tanaman yang digunakan untuk mengatasi luka bakar dan iritasi kulit. Ternyata lidah buaya juga mengandung banyak senyawa alami yang dapat memengaruhi proses di dalam tubuh. Karena itu para peneliti terus mengeksplorasi apakah beberapa senyawa ini dapat berperan dalam pengobatan Alzheimer di masa depan.
Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Current Pharmaceutical Analysis. Alih-alih menggunakan eksperimen laboratorium, para peneliti menggunakan metode berbasis komputer canggih untuk mempelajari bagaimana bahan kimia dari lidah buaya dapat berinteraksi dengan target penting yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Jenis penelitian ini memungkinkan para ilmuwan mengeksplorasi banyak kemungkinan dengan cepat dan aman sebelum beralih ke pengujian dunia nyata.
Para peneliti berfokus pada dua enzim kunci yang terkait erat dengan memori dan pembelajaran. Enzim-enzim ini disebut asetilkolinesterase dan butirilkolinesterase. Dalam otak yang sehat, pembawa pesan kimia yang disebut asetilkolin membantu sel-sel saraf berkomunikasi satu sama lain.
Asetilkolin sangat penting untuk memori, perhatian, dan pemikiran. Pada orang dengan penyakit Alzheimer, kadar asetilkolin sudah terlalu rendah, yang berkontribusi pada kebingungan dan kehilangan memori. Asetilkolinesterase dan butirilkolinesterase memecah asetilkolin setelah mengirim pesan. Ketika enzim-enzim ini terlalu aktif, asetilkolin menghilang terlalu cepat.
Banyak obat Alzheimer yang saat ini beredar, bekerja dengan memperlambat enzim-enzim ini sehingga asetilkolin tetap berada di otak lebih lama. Obat ini tidak menghentikan penyakit, tetapi dapat memperbaiki gejala untuk beberapa pasien.
Menggunakan simulasi komputer, para peneliti menguji beberapa senyawa yang ditemukan dalam aloe vera untuk melihat seberapa baik mereka dapat menempel pada enzim-enzim ini. Proses ini dikenal sebagai docking molekuler.
Cara ini membantu para ilmuwan memprediksi seberapa kuat suatu senyawa dapat berikatan dengan enzim dan memblokir aktivitasnya. Tim juga menggunakan simulasi dinamika molekuler, yang menunjukkan seberapa stabil interaksi ini dari waktu ke waktu.
Satu senyawa menonjol dengan jelas selama analisis. Beta sitosterol, zat alami yang ditemukan dalam lidah buaya dan tanaman lainnya, menunjukkan kemampuan yang kuat untuk mengikat kedua enzim.
Senyawa itu melekat kuat pada asetilkolinesterase dan butirilkolinesterase, menunjukkan bahwa itu dapat membantu memperlambat pemecahan asetilkolin. Ikatan yang kuat dianggap sebagai tanda awal yang penting bahwa suatu senyawa dapat berguna dalam pengembangan obat.
Senyawa lain yang diperiksa dalam penelitian ini adalah asam suksinat. Di mana juga menunjukkan potensi, beta sitosterol menunjukkan interaksi yang lebih kuat dan lebih stabil dengan kedua enzim. Para peneliti mencatat bahwa kemampuan beta sitosterol untuk bekerja pada kedua enzim pada saat yang sama dapat sangat berharga dalam mengelola gejala Alzheimer.
Tim tidak berhenti pada pengikatan enzim. Mereka juga ingin tahu apakah senyawa-senyawa ini mungkin aman dan efektif jika mereka pernah dikembangkan menjadi obat-obatan. Untuk mengeksplorasi ini, mereka melakukan apa yang dikenal sebagai analisis ADMET.
Jenis pengujian ini memprediksi bagaimana senyawa mungkin berperilaku di dalam tubuh manusiadan seberapa baik suatu zat dapat diserap, bagaimana hal itu dapat menyebar melalui jaringan, bagaimana hal itu dipecah, bagaimana hal itu meninggalkan tubuh, dan apakah hal itu dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya.
Hasil analisis ini sangat menggembirakan. Baik beta sitosterol dan asam suksinat menunjukkan profil keamanan yang menguntungkan dalam model komputer. Ini menunjukkan bahwa mereka mungkin dapat ditoleransi dengan baik dan tidak mungkin menyebabkan toksisitas serius pada dosis yang berguna, meskipun pengujian nyata masih diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini.
Para peneliti menekankan bahwa penelitian ini hanyalah langkah awal. Karena pekerjaan dilakukan menggunakan simulasi komputer, eksperimen laboratorium dan uji klinis diperlukan sebelum kesimpulan apa pun dapat dibuat tentang perawatan dunia nyata. Namun, temuan tersebut memberikan titik awal yang kuat untuk penelitian di masa depan.
Penelitian ini menyoroti bagaimana senyawa nabati dapat menawarkan arah baru dalam memerangi penyakit Alzheimer. Dengan menggabungkan pengetahuan tradisional tentang tanaman alami dengan teknologi komputer modern, para ilmuwan dapat mengungkap alat-alat baru untuk membantu melindungi kesehatan otak.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

