- Cerita Seekor Semut Berusia 40 Juta Tahun Yang Tersembunyi Dalam Amber Goethe
- Masih Berpikir Air Kemasan Lebih Bersih Dibanding Air Keran Yang Diolah?
- Ampas Kopi Ternyata Bisa Menghilangkan Logam Beracun Dari Air Yang Terkontaminasi
- Senyawa Lidah Buaya Dapat Membantu Mengobati Penyakit Alzheimer
- Tiga Siswa SMA Asal Bandung Raih Juara Change It Challenge dari Monash University
- Terapkan Komitmen Keberlanjutan, PT IKD Resmikan PLTS Atap 10 MWP, Terbesar di Sumatera Utara
- Indonesia Targetkan Pembangunan Proyek Listrik Tenaga Nuklir 7 GW pada 2034
- 5 Jenis Pertanian Perkotaan di Lahan Sempit, Bisa Mendatangkan Cuan
- Kenali Gejala Penyakit Liver Sejak Dini Pada Orangtua
- Cafe Jamu Indonesia, Dari Warisan Leluhur ke Masa Depan Kesehatan Global
Masih Berpikir Air Kemasan Lebih Bersih Dibanding Air Keran Yang Diolah?
Beberapa air kemasan mengandung partikel plastik yang jauh lebih kecil

Keterangan Gambar : Ilustrasi meminum air kemasan
Banyak orang memilih air kemasan karena dipercaya lebih bersih dan aman dibanding air keran yang diolah (dimasak). Tapi tunggu dulu. Asumsi tersebut tidak selalu benar. Sebab, sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Universitas Ohio menemukan fakta bahwa beberapa air kemasan mengandung partikel plastik yang jauh lebih kecil daripada air keran yang diolah. Penemuan ini menimbulkan pertanyaan baru tentang paparan sehari-hari terhadap polusi plastik.
Mikroplastik dan nanoplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil yang terbentuk saat barang plastik yang lebih besar rusak seiring waktu. Partikel plastik kecil ini sekarang ditemukan hampir di semua tempat mulai dari lautan, sungai, tanah, udara, bahkan air minum.
Baca Lainnya :
- Ampas Kopi Ternyata Bisa Menghilangkan Logam Beracun Dari Air Yang Terkontaminasi 0
- Tiga Siswa SMA Asal Bandung Raih Juara Change It Challenge dari Monash University 0
- Terapkan Komitmen Keberlanjutan, PT IKD Resmikan PLTS Atap 10 MWP, Terbesar di Sumatera Utara0
- Indonesia Targetkan Pembangunan Proyek Listrik Tenaga Nuklir 7 GW pada 20340
- 5 Jenis Pertanian Perkotaan di Lahan Sempit, Bisa Mendatangkan Cuan0
Karena produksi plastik terus tumbuh di seluruh dunia, partikel-partikel ini terus menumpuk di sekitar kita. Karena itu, untuk lebih memahami berapa banyak plastik yang berakhir dalam air minum, para peneliti mempelajari sampel air dari empat pabrik pengolahan air minum di dekat Danau Erie, bersama dengan enam merek air kemasan populer yang dijual di Amerika Serikat.
Penelitian yang dipimpin Megan Jamison Hart, seorang peneliti PhD dalam ilmu lingkungan di Universitas Ohio, menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Air kemasan mengandung sekitar tiga kali lebih banyak nanoplastik dari air keran yang diolah.
Nanoplastik bahkan lebih kecil dari mikroplastik dan sangat kecil sehingga tidak terlihat dengan mata telanjang. Hart mengatakan bahwa bagi kebanyakan orang yang hanya mencari air minum, memilih air keran mungkin merupakan cara yang lebih baik untuk mengurangi paparan harian terhadap partikel-partikel ini daripada mengandalkan air kemasan.
Masalah ini sebagian besar tidak diperhatikan karena nanoplastik sangat sulit untuk diukur. Selama ini studi selalu berfokus pada mikroplastik yang lebih besar karena lebih mudah dideteksi. Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan pencitraan canggih dan alat identifikasi kimia yang memungkinkan mereka melihat dan mengidentifikasi partikel plastik pada skala yang jauh lebih kecil. Pendekatan baru ini mengungkapkan bahwa lebih dari setengah dari semua partikel plastik yang ditemukan dalam sampel air adalah nanoplastik.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science of the Total Environment ini menambah kekhawatiran yang berkembang tentang bagaimana plastik kecil ini dapat memengaruhi kesehatan manusia. Banyak ahli khawatir bahwa nanoplastik mungkin lebih berbahaya daripada potongan plastik yang lebih besar. Ukuran yang sangat kecil berarti mungkin dapat melewati penghalang biologis dalam tubuh dan mencapai organ sensitif.
Para peneliti juga melihat dari mana plastik itu berasal. Dalam air kemasan, banyak partikel plastik tampak berasal langsung dari kemasan itu sendiri. Karena botol dan tutup plastik dapat melepaskan partikel dari waktu ke waktu.
Temuan ini menunjukkan bahwa kontaminasi plastik dalam air mungkin jauh lebih luas daripada yang diyakini sebelumnya. Sebab, selama ini nanoplastik diabaikan. Penemuan ini sekaligus menyoroti pesan sederhana, air kemasan tidak selalu menjadi pilihan yang lebih bersih dibanding air keran yang diolah. Namun, pilihan ada di tangan Anda.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

