Masih Berpikir Air Kemasan Lebih Bersih Dibanding Air Keran Yang Diolah?
Beberapa air kemasan mengandung partikel plastik yang jauh lebih kecil

By Yani Andriyansyah 09 Feb 2026, 22:23:02 WIB Lingkungan
Masih Berpikir Air Kemasan Lebih Bersih Dibanding Air Keran Yang Diolah?

Keterangan Gambar : Ilustrasi meminum air kemasan


Banyak orang memilih air kemasan karena dipercaya lebih bersih dan aman dibanding air keran yang diolah (dimasak). Tapi tunggu dulu. Asumsi tersebut tidak selalu benar. Sebab, sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Universitas Ohio menemukan fakta bahwa beberapa air kemasan mengandung partikel plastik yang jauh lebih kecil daripada air keran yang diolah. Penemuan ini menimbulkan pertanyaan baru tentang paparan sehari-hari terhadap polusi plastik.


Mikroplastik dan nanoplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil yang terbentuk saat barang plastik yang lebih besar rusak seiring waktu. Partikel plastik kecil ini sekarang ditemukan hampir di semua tempat mulai dari lautan, sungai, tanah, udara, bahkan air minum.

Baca Lainnya :


Karena produksi plastik terus tumbuh di seluruh dunia, partikel-partikel ini terus menumpuk di sekitar kita. Karena itu, untuk lebih memahami berapa banyak plastik yang berakhir dalam air minum, para peneliti mempelajari sampel air dari empat pabrik pengolahan air minum di dekat Danau Erie, bersama dengan enam merek air kemasan populer yang dijual di Amerika Serikat.

 

Penelitian yang dipimpin Megan Jamison Hart, seorang peneliti PhD dalam ilmu lingkungan di Universitas Ohio, menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Air kemasan mengandung sekitar tiga kali lebih banyak nanoplastik dari air keran yang diolah.


Nanoplastik bahkan lebih kecil dari mikroplastik dan sangat kecil sehingga tidak terlihat dengan mata telanjang. Hart mengatakan bahwa bagi kebanyakan orang yang hanya mencari air minum, memilih air keran mungkin merupakan cara yang lebih baik untuk mengurangi paparan harian terhadap partikel-partikel ini daripada mengandalkan air kemasan.


Masalah ini sebagian besar tidak diperhatikan karena nanoplastik sangat sulit untuk diukur. Selama ini studi selalu berfokus pada mikroplastik yang lebih besar karena lebih mudah dideteksi. Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan pencitraan canggih dan alat identifikasi kimia yang memungkinkan mereka melihat dan mengidentifikasi partikel plastik pada skala yang jauh lebih kecil. Pendekatan baru ini mengungkapkan bahwa lebih dari setengah dari semua partikel plastik yang ditemukan dalam sampel air adalah nanoplastik.


Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science of the Total Environment ini menambah kekhawatiran yang berkembang tentang bagaimana plastik kecil ini dapat memengaruhi kesehatan manusia. Banyak ahli khawatir bahwa nanoplastik mungkin lebih berbahaya daripada potongan plastik yang lebih besar. Ukuran yang sangat kecil berarti mungkin dapat melewati penghalang biologis dalam tubuh dan mencapai organ sensitif.


Para peneliti juga melihat dari mana plastik itu berasal. Dalam air kemasan, banyak partikel plastik tampak berasal langsung dari kemasan itu sendiri. Karena botol dan tutup plastik dapat melepaskan partikel dari waktu ke waktu. 


Temuan ini menunjukkan bahwa kontaminasi plastik dalam air mungkin jauh lebih luas daripada yang diyakini sebelumnya. Sebabselama ini nanoplastik diabaikan. Penemuan ini sekaligus menyoroti pesan sederhanaair kemasan tidak selalu menjadi pilihan yang lebih bersih dibanding air keran yang diolah. Namun, pilihan ada di tangan Anda.  




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment