Indonesia Targetkan Pembangunan Proyek Listrik Tenaga Nuklir 7 GW pada 2034
Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan 70 GW kapasitas pembangkit listrik baru

By Yani Andriyansyah 07 Feb 2026, 20:37:19 WIB Energy & Mining
Indonesia Targetkan Pembangunan Proyek Listrik Tenaga Nuklir 7 GW pada 2034

Keterangan Gambar : Ilustrasi proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (gambar dibuat menggunakan AI)


Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan bertahap pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan kapasitas 7 gigawatt (GW) pada tahun 2034, sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional negara itu. Proyek ini akan dimulai dengan kapasitas awal sekitar 500 MW dan akan diperluas secara bertahap di tahun-tahun berikutnya, kata Hashim.


Dia menambahkan bahwa proyek tersebut merupakan komponen tambahan dari roadmap transisi energi Indonesia, melengkapi pembangunan pembangkit listrik skala besar yang diuraikan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Baca Lainnya :

 

Selama 10 tahun ke depan, pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan 70 GW kapasitas pembangkit listrik baru, dengan sebagian besar berasal dari sumber energi baru dan terbarukan, kata Hashim seperti dilansir e.vnexpress.net.


Proyek-proyek ini telah menarik minat yang kuat dari banyak investor global dan penyedia teknologi, sekaligus menggarisbawahi komitmen pemerintah yang semakin jelas terhadap energi hijau. Selain energi terbarukan dan tenaga nuklir, Hashim juga menekankan perhatian pada peran gas alam, yang tetap menjadi bahan bakar transisi untuk mempertahankan keandalan sistem listrik nasional selama periode transisi. Hashim menekankan bahwa kebijakan energi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan kebutuhan pertumbuhan ekonomi, keamanan energi, dan pengurangan emisi karbon yang berkelanjutan.

 

Keputusan untuk memulai pembangkit listrik tenaga nuklir juga membawa peluang investasi baru, baik dalam hal pembiayaan maupun penyediaan teknologi, karena permintaan listrik nasional meningkat untuk jangka panjang.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment