5 Jenis Pertanian Perkotan di Lahan Sempit, Bisa Mendatangkan Cuan
Praktik pertanian perkotaan merupakan sebuah metode mengubah wajah kota lebih hijau

By Yani Andriyansyah 07 Feb 2026, 19:58:11 WIB Tips
5 Jenis Pertanian Perkotan di Lahan Sempit, Bisa Mendatangkan Cuan

Keterangan Gambar : Pertanian perkotaan (urban farming) kini menjadi isu yang semkain hangat di masyarakat (gambar dibuat menggunakan AI)


Pertanian perkotaan (urban farming) saat ini menjadi isu yang semakin hangat dibicarakan masyarakat kota. Antara pelestarian lingkungan, ketahanan pangan lokal, sekaligus menjadi pemberdayaan masyarakat di dunia urbanisasi yang cepat saat ini. 


Ketika wilayah perkotaan berekspansi tanpa henti, mengintegrasikan kegiatan pertanian ke dalam ruang kota menjadi bukan hanya pilihan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, tetapi juga kebutuhan strategis

Baca Lainnya :


Praktik pertanian perkotaan yang berkelanjutan ini tidak hanya mempromosikan ruang hijau dan keanekaragaman hayati, tetapi juga memainkan peran penting dalam meningkatkan ketahanan pangan di kota-kota, mengurangi jarak tempuh makanan, dan mendorong ekonomi lokal


Setidaknya, praktik pertanian perkotaan merupakan sebuah metode mengubah wajah kota lebih hijau, sekaligus bisa mendatangkan keuntungan alias cuan. Dengan menerapkan pertanian jenis ini, kota-kota menjadi laboratorium yang kaya untuk sistem pangan yang dapat beradaptasi dan berkelanjutan. Berikut beberapa praktik pertanian perkotaan yang bisa diterapkan di lahan sempit dan berdampak membentuk kembali lanskap, ekonomi, dan komunitas.


1. Kebun Komunitas




Kebun komunitas adalah ruang bersama di mana individu, keluarga, atau kelompok secara kolaboratif menanam sayuran, buah-buahan, dan rempah-rempah. Mereka menghidupkan lahan yang tidak terpakai, taman, dan bahkan bekas lokasi industri, menciptakan lanskap produktif di jantung kota. Selain memasok produk lokal yang segar, kebun-kebun ini mendukung keterlibatan masyarakat, interaksi budaya, dan ketahanan lingkungan.


Tanaman khas: Sayuran berdaun hijau, tomat, wortel, kacang-kacangan, rempah-rempah 

Manfaat: Keamanan pangan, kohesi sosial, ruang hijau, kesempatan rekreasi

Partisipasi: Terbuka untuk semua, dari tukang kebun berpengalaman hingga petani perkotaan pertama kali


2. Pertanian Atap




Pertanian atap mengubah atap yang kurang dimanfaatkan menjadi lanskap penghasil makanan yang berkembang pesat. Di kota-kota berpenduduk padat, di mana ruang permukaan tanah langka, pertanian ini menghasilkan sayuran organik, rempah-rempah, dan bahkan tanaman yang dapat dipasarkan dalam jumlah yang mengesankan.

 

Tanaman umum: Sayuran berdaun hijau, paprika, tomat, microgreens, stroberi.

Keuntungan: Memaksimalkan ruang, mengisolasi bangunan (hemat energi), menyerap air hujan, dan mempercantik cakrawala.

 

3. Pertanian Vertikal




Dengan pertanian vertikal, masyarakat bisa menanam tanaman dalam lapisan yang ditumpuk atau permukaan yang miring secara vertical. Bisa dilakukan di halaman belakang atau teras rumah yang kecil. Menggunakan hidroponik, aeroponik, pencahayaan LED, dan teknologi kontrol iklim, pertanian vertikal menawarkan produksi tanaman kepadatan tinggi sepanjang tahun dengan lahan minimal, penggunaan air yang sangat efisien, dan hampir tidak perlu pestisida.

 

Tanaman umum: Selada, rempah-rempah, microgreens, dan buah-buahan tertentu (stroberi, tomat)

Manfaat: Penggunaan air minimal, rantai pasokan hiperlokal, pengurangan signifikan dalam mil makanan

 

4. Agroforestri Perkotaan



Agroforestri perkotaan mengintegrasikan pohon, semak belukar, tanaman keras, dan tanaman, meniru ekosistem alami tetapi disesuaikan untuk produksi pangan dan keanekaragaman hayati. 

 

Tanaman utama: Pohon buah dan kacang (buah ara, kesemek, pecan), semak yang dapat dimakan (blueberry), tanaman penyerbuk.

Manfaat: Keanekaragaman hayati, regulasi iklim mikro, penyerapan karbon, lingkungan rekreasi.

 

5. Sistem Hidroponik dan Aquaponik




Praktik-praktik inovatif ini memungkinkan masyarakat mengolah tanaman di air yang kaya nutrisi, terkadang menggabungkan ikan (aquaponik) yang limbahnya menyuburkan tanaman. Sempurna untuk di dalam ruangan, sistem ini sangat mengurangi penggunaan air, tidak memerlukan lahan subur, dan dapat digunakan di lingkungan non-tradisional.


Tanaman utama: Sayuran berdaun hijau, tomat, rempah-rempah, mentimun.

Manfaat lingkungan: Menghemat air, mengurangi penggunaan pestisida, mempertahankan sistem nutrisi loop tertutup.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment