Breaking News..
- Cerita Seekor Semut Berusia 40 Juta Tahun Yang Tersembunyi Dalam Amber Goethe
- Masih Berpikir Air Kemasan Lebih Bersih Dibanding Air Keran Yang Diolah?
- Ampas Kopi Ternyata Bisa Menghilangkan Logam Beracun Dari Air Yang Terkontaminasi
- Senyawa Lidah Buaya Dapat Membantu Mengobati Penyakit Alzheimer
- Tiga Siswa SMA Asal Bandung Raih Juara Change It Challenge dari Monash University
- Terapkan Komitmen Keberlanjutan, PT IKD Resmikan PLTS Atap 10 MWP, Terbesar di Sumatera Utara
- Indonesia Targetkan Pembangunan Proyek Listrik Tenaga Nuklir 7 GW pada 2034
- 5 Jenis Pertanian Perkotaan di Lahan Sempit, Bisa Mendatangkan Cuan
- Kenali Gejala Penyakit Liver Sejak Dini Pada Orangtua
- Cafe Jamu Indonesia, Dari Warisan Leluhur ke Masa Depan Kesehatan Global
◀
▶
Tiga Siswa SMA Asal Bandung Raih Juara Change It Challenge dari Monash University
Ketiga siswa memaparkan upaya mereka membersihkan saluran sungai di Indonesia

Keterangan Gambar : Tiga siswa SMA Bina Bangsa School, Bandung memenangkan Change It Challenge dari Monash University, Indonesia
Tiga siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Bina Bangsa School, Bandung, Muhammad Rafa Putra Rizky, Liemas Owen Sanjaya, dan Zafira Ivy memenangkan Change It Challenge dari Monash University, Indonesia. Prestasi ini mereka raih setelah membawakan presentasi memukau tentang inisiatif membersihkan sungai dan saluran air di Indonesia.
Tim Bina Bangsa School, Bandung berhasil mengungguli lima tim sekolah lain yakni Springfield School, Kampus Jakarta Barat, North Jakarta Intercultural School (NJIS), Mentari Intercultural School, Springfield School, Kampus Raffles Hills, dan Taman Rama Intercultural School (TRIS). Secara keseluruhan, enam tim mempresentasikan ide mereka tentang cara mengatasi berbagai persoalan global. Tujuan mereka adalah untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai topik pilihan masing-masing sekaligus mendorong kolaborasi dari siswa lain di seluruh Indonesia.
Dengan pencapaian ini, tim Bina Bangsa School, Bandung mendapatkan hadiah berupa perjalanan ke Melbourne, Australia, mewakili Indonesia untuk berkompetisi melawan para siswa pemenang dari seluruh dunia dalam babak final Change It Challenge Monash University yang akan digelar pada pertengahan 2026.
Change It Challenge adalah kompetisi internasional besutan Monash University untuk mendorong siswa SMA mengidentifikasi masalah global atau lokal yang mendesak, menguji solusi inovatif dan praktis, serta mempresentasikan hasil karya mereka kepada panel juri.
Ketiga siswa Bina Bangsa School, Bandung memaparkan upaya mereka membersihkan saluran sungai di Indonesia dengan menyoroti polusi di Sungai Citarum dan sejumlah aliran air lain di seluruh Indonesia. Sungai Citarum mengandung berbagai jenis polutan, termasuk logam berat dan sampah, yang dapat membahayakan penduduk setempat yang bergantung pada sungai ini untuk mata pencaharian, rekreasi, dan sebagai sumber air minum.
Melalui presentasinya, ketiga siswa menampilkan kegiatan mereka dalam mengedukasi teman-teman sebaya tentang pencemaran air, konservasi, dan pentingnya tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem vital. Beberapa inisiatif yang dilakukan para siswa antara lain membuat filter air berbiaya rendah menggunakan arang, pasir, dan kerikil.
Mereka juga berkolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan komunitas lokal dalam kegiatan gotong royong untuk mengangkat sampah secara manual dari sungai. Setelah itu, mereka memisahkan material yang bisa didaur ulang dan menyerahkannya kepada organisasi mitra untuk diolah kembali guna menutup siklus limbah.
Tiga juri kompetisi, yaitu Mark Scherian, Associate Director of Growth Region; Robby Soeharto, Senior Manager of Student Recruitment, dan Asisten Profesor Aichiro Suryo Prabowo, terkesan dengan kedalaman pengetahuan, komitmen, dan jiwa kepemimpinan yang ditunjukkan seluruh peserta.
“Change It Challenge menginspirasi siswa untuk mewujudkan masa depan dengan perubahan yang bermakna, dengan membantu mereka memahami bahwa mereka dapat menjadi bagian dari perubahan yang ingin mereka lihat di dunia. Monash berkomitmen mendukung generasi muda, para pembuat perubahan,” ujar ketua juri, Mark Scherian.
Keterlibatan Monash dengan Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2026 menjadi tonggak penting dengan dimulainya penerimaan mahasiswa sarjana pertama di Monash University, Indonesia. Berbagai proyek yang sedang berjalan, seperti program RISE dan Citarum Action Research Program, mengkaji solusi sanitasi dan air bersih yang terjangkau serta ramah lingkungan di berbagai lokasi.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
.jpg)
1.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

