- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Sempat terjun Rp 500 per Kg, harga tomat kini mulai normal

Merdeka.com, Jawa Tengah - Sempat menyentuh titik terendah di kisaran Rp 500 per kilogram di tingkat petani dan Rp 1.500 di tingkat pasar tradisional beberapa bulan terakhir, kini harga tomat kembali merangkak naik mencapai Rp 6.000 per kilogramnya.
“Harga tomat yang murah seperti itu sempat bertahan cukup lama, sekitar dua bulanan. Sehingga banyak petani yang memilih membiarkan buah tomat di lahan milik mereka sampai busuk karena memang tidak punya nilai jual,” kata Nur Khomsiah (50), salah seorang pedagang sayur di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung, Rabu (15/3).
Berbeda dengan tomat, harga komoditas cabai justru mulai menunjukkan penurunan antara Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per kilogram sejak sepekan terakhir. Hal ini dikarenakan para petani tengah memasuki masa panen raya sehingga pasokan barang ke tingkat pasar mulai meningkat.
Baca Lainnya :
- Hanya 2,1 Juta Petani Terampil di Indonesia0
- Petambak udang Kulon Progo nikmati panenan0
- Kunjungi Pasar Tanjung Jember, Mendag Banjir Keluhan Pedagang0
- Ikan beku Makassar ditarget masuk pasar Eropa0
- Sulteng minta dukungan Kementan kembangkan kakao0
Kuat (61), pedagang lain menambahkan, saat ini harga cabai rawit sret merah hanya dipatok Rp 100.000 per kilogram atau turun sebesar Rp 20.000 dari sebelumnya yang mencapai Rp 120.000 per kilogram.
Sedangkan jenis cabai keriting merah dipatok seharga Rp 24.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp 14.000 per kilogram dan harga cabai rawit biasa masih bertahan pada kisaran harga Rp 50.000 hingga Rp 60.000 untuk tiap kilogramnya.
“Para petani cabai sedang memasuki periode panen raya sehingga harganya perlahan mulai turun. Tak seperti beberapa waktu lalu yang melambung cukup tinggi karena barangnya memang lumayan sulit didapat karena banyak yang rusak akibat cuaca buruk dan serangan penyakit,” bebernya. (riz)
sumber : jateng.merdeka.com
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

