- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Petambak udang Kulon Progo nikmati panenan

KULON PROGO. Petambak udang di Pantai Glagah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memanen dengan hasil yang bagus dan harga jual tinggi. Diperkirakan, hal itu karena dukungan cuaca yang bagus dalam beberapa bulan terakhir.
"Cuaca beberapa bulan terakhir yang bagus untuk budi daya udang. Di lahan 2.000 meter persegi dapat dipanen 2,5 ton udang," kata Purhadi, salah satu petambak, Kamis (5/1)
Ia mengatakan harga udang di tingkat petambak juga sangat bagus. Udang ukuran 100 harganya Rp 56.000 per kg. Purhadia memanen udang ukuran 40 dengan harga jual Rp 80.000 per kg. "Hasil panen kali ini sangat bagus. Keuntungan yang kami dapatkan juga cukup besar," katanya.
Baca Lainnya :
- Kunjungi Pasar Tanjung Jember, Mendag Banjir Keluhan Pedagang0
- Ikan beku Makassar ditarget masuk pasar Eropa0
- Sulteng minta dukungan Kementan kembangkan kakao0
- Investor Lirik Beras Adan0
- Benih jagung hibrida Monsanto melonjak 368 persen di musim hujan0
Ia mengatakan udang hasil panenan dibeli tengkulak dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tengkulak menjual udang kepada eksportir yang akan mengirim ke Hong Kong.
"Pasaran udang ukuran besar, semua ekspor. Pasar lokal lebih memilih ukuran kecil karena daya beli konsumen lokal rendah," kata Purwadi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKPP) Kulon Progo Sudarna mengatakan berupaya menambah luasan lahan budi daya perikanan untuk mengganti 50 hektare yang berkurang akibat pembangunan bandara di wilayah itu. Hal tersebut menyebabkan produksi perikanan budi daya turun 850 ton pada 2016.
Produksi budi daya ikan pada 2015 mencapai 14.338 ton, tapi pada 2016 turun menjadi 13.364 ton. "Penurunan produksi karena lahan udang dan lele di Kecamatan Temon seluas 50 hektare hilang," kata Sudarna.
sumber : kontan
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

