- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Sulteng minta dukungan Kementan kembangkan kakao

Palu - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta dukungan Kementerian Pertanian RI melalui Dirjen Perkebunan untuk mendukung pengembangan komoditas tanaman kakao di daerahnya guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah itu dari sektor perkebunan.
"Kami terus mendorong penguatan sektor perkebunan khususnya kakao, diharapkan program nasional kakao tetap dilanjutkan dan kami memohon dukungan pemerintah pusat," kata Longki di Palu, Jumat.
Gubernur Longki Djanggola pada Kamis (16/3) menerima kunjungan kerja jajaran Ditjen Perkebunan dalam rangka mengikuti rapat koordinasi pembangunan perkebunan di Sulawesi Tengah.
Baca Lainnya :
- Investor Lirik Beras Adan0
- Benih jagung hibrida Monsanto melonjak 368 persen di musim hujan0
- Pengelolaan sampah di Kabupaten Pati jadi sumber kesejahteraan warga0
- Lingga Kembangkan 100 Hektare Lahan Pakan Ternak0
- Membangun dari Desa0
Longki mengatakan salah satu yang menguatkan tekad pemerintah daerah untuk terus mengembangkan perkebunan kakao karena tanaman tersebut dapat memberikan kesejahtraan bagi masyarakat yang hingga saat ini luasannya telah mencapai 290 ribu hektare.
"Pada masa kejayaan tanaman kakao, petani Sulawesi Tengah tidak mengalami krisis walaupun daerah lain mengalami krisis," katanya.
Menurut Longki kakao sangat berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani di daerahnya, namun belum memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.
Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang mencapai sembilan persen merupakan daerah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, hanya saja kata Longki, persentase kemiskinan relatif masih tinggi karena pertumbuhan ekonomi terbesar baru ditopang dari sektor pertambangan.
Kondisi ini kata Longki, menyebabkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah masih dirasakan masyarakat kelas menengah ke atas.
Itulah sebabnya kata Longki pemerintah daerah harus terus mendorong penguatan sektor pertanian salah satunya perkebunan kakao sehingga terjadi keseimbangan pertumbuhan ekonomi yang tidak dimonopoli sektor tambang.
Longki mengatakan dirinya bertekad kuat untuk terus memperjuangkan ke pemerintah pusat agar kebijakan pengembangan perkebunan kakao terus mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
Bahkan kata dia, dirinya telah menyampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat rapat terbatas bersama kepala-kepala daerah beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan Menko Ekuin akan mengundang khusus Gubernur untuk membicakan pengembangan sektor perkebunan khususnya tanaman kakao di Pulau Sulawesi.
Sementara itu Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian Bambang menyatakan sangat mengapresiasi upaya Gubernur Longki Djanggola untuk memperjuangkan pengembangan komoditas tanaman kakao dan pengembangan pertanian lainnya di daerah itu.
Sumber: ANTARA
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

