Logo Porosbumi
24 Agu 2026,
24 August 2026
LIVE TV

Kebakaran Hebat Lumat 129 Rumah Adat Suku Sasak di Desa Adat Sade, Lombok Tengah

Hendri Irawan 23 Agu 2026, 13:08:38 WIB
Kebakaran Hebat Lumat 129 Rumah Adat Suku Sasak di Desa Adat Sade, Lombok Tengah

KEBAKARAN hebat melanda Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Akibat kejadian ini, kawasan warisan budaya legendaris ini mengalami kerusakan yang sangat masif. Amukan si jago merah mengakibatkan hampir seluruh area permukiman adat dan harta benda milik warga ludes terbakar.

Laporan resmi menyatakan setidaknya 129 rumah adat ludes terbakar. Beberapa kesaksian awal warga menyebutkan dampak kerusakan meluas hingga ratusan unit.

Diketahui api mulai berkobar sekitar pukul 20.00 WITA dan proses pemadaman berlangsung hingga larut malam. Sumber api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah warga.

Kobaran api menjalar dengan sangat cepat karena mayoritas rumah adat Suku Sasak dibangun dari material alami yang kering, seperti kayu, bambu (bedek), dan atap ilalang.

Sementara itu, berdasarkan laporan awal yang diterima Badan Penanggulangan Bencana, penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut masih belum diketahui dan sedang dalam proses penyelidikan.

Mengingat masifnya kerusakan bangunan tempat tinggal, kerugian materil saat ini masih dalam tahap perhitungan, sementara warga terdampak sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa tenda pengungsi.

Sebagai respons cepat atas kejadian ini, petugas terkait langsung meluncur ke lokasi kejadian. Dinas Damkarmat Lombok Tengah berupaya keras memadamkan kobaran api di titik lokasi.

Mengingat besarnya skala kebakaran, armada dari instansi dan wilayah lain turut datang membantu proses pemadaman serta menyuplai pasokan air, yakni Bidang Damkarmat BPBD Provinsi NTB, Damkarmat Lombok Barat, Damkarmat Lombok Timur, Damkarmat Kota Mataram, hingga bantuan mobil tangki dari ITDC.

Penanganan darurat bencana ini juga didukung penuh oleh personel TNI/Polri, BPBD Lombok Tengah, Dinas Sosial Lombok Tengah, serta aparat desa setempat.

Perkembangan terkini di lokasi kejadian, kobaran api telah berhasil dijinakkan dan dipadamkan sepenuhnya oleh petugas. Seiring dengan proses pendinginan di lokasi, BPBD Lombok Tengah juga telah mendirikan tenda pengungsi untuk memfasilitasi para korban terdampak.

Penyebab Kebakaran Belum Dapat Disimpulkan

Tim Inafis Polda NTB dan Polres Lombok Tengah masih melakukan identifikasi mendalam, sehingga penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan secara resmi.

Lebih dari 150 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung. Selain kehilangan tempat tinggal, produk ekonomi kreatif warga seperti kain tenun khas Sasak dan berbagai kerajinan tangan habis dilalap api, mengancam mata pencaharian sekitar 320 pelaku wisata di sana.

Berdasarkan konfirmasi dari pemerintah daerah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini berkat proses evakuasi yang cepat oleh warga dan wisatawan setempat.

Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bergerak cepat mendirikan tenda darurat dan posko logistik di depan Kantor Desa Rembitan. Sebagian warga juga mulai mengungsi ke rumah-rumah kerabat dan fasilitas rusun.

Menteri Pariwisata juga menyampaikan keprihatinan mendalam. Pihak Poltekpar Lombok telah disiagakan untuk membantu penanganan korban.

Selain itu, jaminan layanan kesehatan (antisipasi penyakit pascabencana) serta pendataan siswa terdampak langsung dilakukan oleh dinas terkait.

Pemerintah desa bersama Pemkab Lombok Tengah sedang berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pusat, hingga pihak swasta (termasuk CSR dari ITDC) untuk mempercepat rekonstruksi fisik kawasan Sade agar aktivitas budaya dan pariwisata bisa segera bangkit.

Menyikapi peristiwa ini, aparatur setempat mengimbau masyarakat luas untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik.

Warga diharapkan rutin memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik di rumah secara berkala, tidak menggunakan kabel atau stop kontak yang sudah rusak, serta menghindari penumpukan colokan pada satu stop kontak.

Selain itu, penting untuk mencabut alat listrik yang tidak digunakan terutama saat meninggalkan rumah, menjauhkan kabel dari sumber panas atau air, dan memastikan instalasi kelistrikan menggunakan pengaman standar.

Jika tercium bau hangus atau terlihat percikan api, warga diminta segera mematikan aliran listrik. Sebagai bentuk kesiapsiagaan, masyarakat juga sangat disarankan menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau sarana pemadaman sederhana di rumah yang aman dan mudah dijangkau.

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```