SMK Mendunia, Peluang Karier Kian Terbuka Lewat Kelas Kebekerjaan Luar Negeri 3+1
PERKEMBANGAN dunia kerja yang semakin
dinamis perlu diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan
berkompeten. Setiap waktu permintaan tenaga kerja yang berkompeten kian
meningkat khususnya di negara-negara maju, seperti Jepang, Korea, Jerman, dan
negara Timur Tengah.
Permintaan ini tentunya menjadi peluang bagus bagi
Indonesia, mengingat saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi yang
puncaknya diperkirakan akan terjadi di tahun 2030. Perkembangan ekonomi global
dan mobilitas tenaga kerja internasional membuka berbagai peluang kerja di luar
negeri yang semakin luas bagi tenaga kerja terampil, termasuk lulusan sekolah
menengah kejuruan (SMK).
Dalam webinar bertajuk “SMK Berani Mendunia Sekolah di
Indonesia Berkarier di Dunia”, pada Jumat (29/5), Direktur Jenderal Pendidikan
Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Kemendikdasmen, Tatang
Muttaqin mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan refleksi perubahan besar dalam
cara memandang pendidikan kejuruan. Peta lulusan karier SMK tidak hanya
berhenti di kawasan industri lokal, tetapi juga industri global.
Baca Juga
Menurutnya, saat ini banyak negara kekurangan tenaga kerja
karena usia produktif di negara-negara maju tidak bisa memenuhi permintaan
jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Sementara itu, Indonesia sedang mengalami
bonus demografi di mana jumlah anak muda usia produktif yang melimpah.
“Pertanyaannya apakah kompetensinya siap mendunia. Di
sinilah pendidikan vokasi memegang peran penting. Jangan minder jadi anak SMK
karena dunia hari ini tidak hanya mencari orang pintar, tetapi juga orang
terampil, disiplin, dan mau belajar. Masa depan bukan milik mereka yang paling
banyak teori, tapi milik mereka yang siap beradaptasi dan berani melangkah ke
luar batas,” ucap Dirjen Tatang.
Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Kemendikdasmen
telah melepaskan lebih dari tiga ribu lulusan SMK untuk bekerja ke berbagai
negara. Angka tersebut merupakan bukti bahwa dunia percaya pada kualitas
lulusan pendidikan vokasi di tanah air.
Dirjen Tatang mengajak semua pihak untuk bersatu padu
membangun ekosistem pendukung yang solid demi membuka akses informasi dan
menyiapkan mental yang kuat bagi anak-anak SMK sehingga mampu bersaing di
tingkat global.
“Mereka adalah bukti nyata bahwa SMK mendunia bukan slogan
semata. Jangan pernah membatasi cita-citamu. Kuasai teknologi, kuasai bahasa
asing, jaga integritas serta kuatkan karaktermu karena walau kalian belajar di
Indonesia di luar sana sedang menanti karya terbaik anak-anakku sekalian,”
terang Dirjen Tatang.
Sementara itu, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie
Wibowo Khurniawan, menjelaskan bahwa program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK
3+1 yang diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 64
Tahun 2026 memberikan fleksibilitas kurikulum yang adaptif sesuai dengan
kebutuhan negara tujuan.
Program ini membantu SMK untuk menyiapkan penguasaan
kompetensi inti di tahun 1–3 dan tambahan 1 tahun untuk penguasaan bahasa
asing, penguasaaan kompetensi sesuai standar negara tujuan, penguasaan fisik
dan mental, dan literasi hukum dan keuangan.
“SMK menjadi strategi yang tepat digunakan untuk memastikan
bonus demografi bisa dilakukan dengan baik. Kita memastikan bahwa mulai dari
pembelajaran, pemberangkatan harus diimbangi dengan kemampuan keterampilan.
Peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK sangat besar, tetapi harus dijawab
dengan kesiapan bahasa, kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan,” ucap Arie.
Kemendikdasmen melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan
pun telah menyiapkan pilar transformasi SMK mendunia sekaligus peta jalannya.
SMK mendunia dibangun melalui pilar yang saling terhubung, mulai dari tata
kelola SMK, kurikulum, kemitraan, dan layanan kesiswaan.
“Pekerjaan ini adalah hal besar tidak bisa dikerjakan
sendiri. Ini harus dikerjakan oleh seluruh pihak. Kemendikdasmen fokus pada
penyiapan, KP2MI dan Kemenaker fokus pada penempatan dan perlindungan resmi,”
ucap Arie Wibowo.
Suara Penerima Manfaat
Berbagai cerita praktik baik penyiapan lulusan untuk
berkarier ke luar negeri datang dari berbagai SMK, salah satunya adalah SMKN 1
Mundu, Cirebon, Jawa Barat. Kepala SMKN 1 Mundu, Sri Handayani, menceritakan
bahwa sebagai salah satu SMK penerima program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK
3+1 merasa bersyukur dan terbantu karena murid-murid SMK yang memiliki minat
berkarier di luar negeri mendapatkan fasilitas untuk mempersiapkan diri.
Kaitannya dengan kebekerjaan luar negeri, SMKN 1 Mundu
menggandeng alumni yang telah lebih dulu berkarier di luar negeri untuk
memberikan cerita baik perjalanannya ke adik kelasnya. Selain itu, SMKN 1 Mundu
juga menggandeng guru tamu dari industri untuk mengajarkan tentang budaya kerja
sehingga ketika lulus, para murid bisa beradaptasi dengan suasana kerja.
“Kuncinya itu komunikasi dan itu telah dilakukan oleh SMKN 1
Mundu sejak tahun 1965. Para alumni akan berbagi cerita ketika masa orientasi.
Dari pihak sekolah pun berdialog dengan orang tua murid tentang peluang karier
ke luar negeri. Pihak sekolah juga tidak hanya mengawal dari penyiapan, tetapi
juga memastikan keamanannya ketika penempatan kerja di negara tujuan,” ucap Sri
Handayani.
Cerita lain datang dari alumni SMK yang telah bekerja ke
luar negeri, seperti Hadi Candra Maulana, alumni SMK Wikrama Bogor, yang telah
bekerja di Turki serta Hafifa Indah, alumni SMK Muhammadiyah 1 Malang, dan
Zahra Pratiwi, alumni SMKN 1 Sale, yang kini bekerja di Jepang.
Para alumni menceritakan bahwa lulusan SMK memiliki potensi
yang tinggi untuk berkarier di luar negeri. Pendidikan yang didapatkan ketika
SMK, mulai dari praktik kerja lapangan, pembelajaran berbasis industri, guru
tamu, pengembangan kemampuan bahasa, dan budaya kerja, sangat membantu para
alumni ketika bekerja di luar negeri.
Selain itu, mereka juga menceritakan bahwa untuk berangkat
kerja ke luar negeri perlu persiapan yang matang. Tujuannya adalah agar ketika
berkarier di luar negeri, para lulusan SMK bisa mengembangkan diri, menyerap
ilmu, dan bisa membawa nama baik Indonesia di kancah global.
“Dunia itu luas dan kita masih bisa mencapai titik-titik
tersebut. Kalau batas dari karier tidak hanya di sini. Kita akan bertemu dengan
banyak orang yang berkarier di luar negeri. Setiap negara punya budayanya
masing-masing. Selain ilmu dan pengalaman, penghasilan yang didapatkan juga
bisa memperbaiki kualitas hidup,” ucap Hafifa Indah.
