Separuh Abad Apple, Delapan Lompatan Teknologi yang Mengubah Dunia
Di awal tahun 1970-an, ide tentang orang biasa memiliki komputer pribadi terdengar seperti lelucon. Komputer saat itu lebih mirip kapal induk atau pembangkit listrik tenaga nuklir raksasa. Mereka adalah mesin besar yang tersembunyi di pusat data, dijaga ketat oleh tim spesialis, melayani kebutuhan pemerintah, universitas, dan perusahaan-perusahaan besar. Mustahil rasanya mesin sekompleks itu bisa masuk ke rumah-rumah.
Lalu datanglah Apple. Didirikan pada 1 April 1976 oleh dua mahasiswa putus kuliah visioner, Steve Jobs dan Steve Wozniak, startup kecil di Silicon Valley ini mungkin tidak menciptakan komputasi itu sendiri. Namun, apa yang mereka lakukan bisa dibilang jauh lebih penting.Mereka membantu mengubah komputasi dari sesuatu yang eksklusif menjadi teknologi yang sangat pribadi.
Baca Juga
Jobs dengan cerdas melihat bahwa orang ingin komputer yang sudah jadi, siap pakai, bukan sekadar kit rakitan yang membingungkan. Unit Apple I paling awal, dengan kotak kayu koa buatan tangan yang kini berharga ratusan ribu dolar, adalah bukti awal dari filosofi ini.
Berikut delapan pencapaian teknologi paling signifikan dari Apple atau Jobs selama lima dekade terakhir yang benar-benar mengubah dunia.
1. Apple II–Beige yang Revolusioner
Komputer pribadi generasi awal kerap dianggap sebagai rasa ingin tahu semata, bukan alat yang praktis. Namun, Apple II, yang diluncurkan pada Juni 1977, memperkenalkan konsep baru, gaya. Bahkan warna beige-nya yang khas, kontras dengan kotak logam hitam yang mendominasi saat itu, sudah mencuri perhatian.
Perangkat ini memamerkan grafis warna yang menarik, papan ketik yang nyaman, dan bahkan speaker sederhana yang mampu menghasilkan melodi dan suara layaknya ucapan. Revolusi desain ini begitu mendalam, bahkan sampai ke kemasannya yang ramping dan profesional.
2. Mouse–Interaksi yang Mengubah Segalanya
Jobs, yang kala itu berusia 24 tahun, sadar bahwa raksasa teknologi seperti IBM mulai mengejar Apple. Ia pergi mencari inovasi besar berikutnya. Perusahaan fotokopi Xerox, yang menginginkan saham Apple pra-IPO, menawarkan kunjungan ke laboratorium penelitian mereka. Di sanalah Jobs melihat masa depan, para peneliti di Xerox Palo Alto Research Center sedang mengembangkan antarmuka komputasi generasi baru, berkat perangkat mungil yang dijuluki “tikus” (mouse) oleh Douglas Engelbart. Visi Engelbart tentang komputer sebagai “mesin penambah pikiran manusia” menginspirasi antarmuka grafis yang kita kenal sekarang, lengkap dengan scroll bar, tombol, menu, dan jendela.
3. Macintosh–Fajar Peluncuran Produk Modern
Jobs percaya bahwa siapa pun harus bisa menggunakan komputer. Pada Januari 1984, Apple Mac pertama mewujudkan ide ini secara ekstrem. Kebutuhan akan perintah komputer yang membingungkan dan manual tebal langsung lenyap. Peluncuran Mac bukan sekadar lompatan teknologi, tapi juga menginspirasi momen budaya yang kini akrab kita saksikan dalam peluncuran produk modern.
Setelah iklan Super Bowl yang disutradarai Ridley Scott, Jobs tampil di teater berkapasitas 1.500 kursi, meluncurkan Mac dengan dramatis. Ia mengeluarkan komputer kecil, persegi, dan masih berwarna beige dari tasnya, dan komputer itu mulai “berbicara” sendiri, disambut tepuk tangan meriah.
4. Pixar–Pekerjaan Sampingan yang Mengubah Animasi
Dalam dekade pertamanya, Apple tumbuh pesat, namun juga berkali-kali nyaris bangkrut.Kondisi ini memicu salah satu momen paling dramatis. Pada Mei 1985, perusahaan memecat Jobs. Setahun kemudian, Jobs, yang memimpin startup NeXT Inc, membeli divisi film dari perusahaan George Lucas. Perusahaan itu segera berganti nama menjadi Pixar. Perangkat lunak RenderMan-nya menghasilkan gambar dengan membagi pemrosesan ke beberapa mesin secara bersamaan. Pixar, yang Jobs sebut sebagai pekerjaan sampingan, akhirnya menjadi salah satu perusahaan animasi paling berpengaruh di dunia, setelah merilis film fitur animasi komputer pertama, Toy Story (1995).
5. iMac–Titik Temu Pikiran Brilian
Setelah upaya gagal untuk mengembangkan sistem operasi baru dengan IBM, Apple akhirnya membeli perusahaan NeXT milik Jobs. Pada September 1997, Jobs kembali ke Apple sebagai CEO sementara. Langkah ini, meski disambut baik oleh banyak pengguna Apple, justru membuat sebagian karyawannya ketakutan. Jobs dengan cepat memecat staf dan menutup produk-produk yang gagal.
Selama restrukturisasi, ia mengunjungi studio desain Apple dan menemukan “chemistry”instan dengan desainer muda asal Inggris, Jony Ive. Pertemuan pikiran mereka melahirkan iMac tembus pandang berwarna permen yang ikonik pada tahun 1998. Pada dasarnya, ini adalah mesin NeXT yang lebih kecil dan lebih murah.
iMac (huruf “i” untuk internet) juga memulai kebiasaan Apple lainnya untuk meninggalkan teknologi lama. Floppy disk drive disingkirkan demi drive CD—sebuah langkah yang awalnya banyak dikritik, tetapi kemudian ditiru secara luas.
6. iPod–1.000 Lagu di Saku
Bagi Apple, komputasi selalu lebih dari sekadar angka dan teks. Pada tahun 2001, perusahaan mulai fokus pada pemrosesan suara dan video. Pada November tahun tersebut, mereka merilis iPod—pemutar musik pribadi yang mampu menyimpan 1.000 lagu di saku. Bandingkan dengan kaset Sony Walkman yang hanya bisa menampung 20-30 lagu.
iPod menggunakan “click wheel” yang elegan untuk navigasi, dan musik disinkronkan melalui aplikasi baru bernama iTunes. Pada tahun 2005, iTunes bahkan digunakan untuk mengelola audio yang diunduh otomatis dari internet melalui RSS, yang kemudian melahirkan istilah “podcast.”
7. iPhone–Komputer di Tangan Semua Orang
Pada tahun 2007, banyak perusahaan ponsel mendekati Apple untuk menggabungkan iPod dengan ponsel mereka. Namun, pada 9 Januari, Jobs meluncurkan produk Apple paling ambisius, sebuah kombinasi ponsel, pemutar musik, dan komputer Mac—semuanya seukuran genggaman tangan, tanpa keyboard fisik, dengan layar besar.
Banyak pakar media, dari TechCrunch hingga Guardian, meramalkan iPhone akan gagal. Steve Ballmer, CEO Microsoft saat itu, bahkan mengejek harganya yang USD500, mengatakan tidak ada yang akan membelinya. Faktanya? 1,4 juta iPhone terjual pada akhir tahun itu, dan lebih dari 3 miliar unit sejak saat itu. Ini benar-benar menempatkan komputer di tangan semua orang, dan membuka pintu bagi era media sosial seperti yang kita kenal sekarang.
8. Revolusi Perangkat Lunak App Store
Pada pertengahan 2008, iPhone memberi kesempatan kepada pengembang pihak ketiga untuk menciptakan berbagai aplikasi baru yang memukau. Bersamaan dengan itu, App Store—diluncurkan pada 10 Juli 2008—menjawab salah satu masalah paling kompleks,bagaimana mendistribusikan dan mengkomersialkan aplikasi.
Dulu, aplikasi seringkali disalin dan dibagikan secara bebas. App Store mengubah ini, menggunakan enkripsi canggih untuk memastikan salinan yang dijual hanya dapat digunakan oleh pengguna tertentu, sehingga menghilangkan pembajakan perangkat lunak. Dengan mendirikan App Store pertama, Apple mengubah cara orang menemukan dan membeli perangkat lunak.
Metode ini memicu ledakan aplikasi dan gagasan sederhana namun kuat, apa pun yang ingin Anda lakukan, seseorang, di suatu tempat, telah membangunnya. Apple menangkap perubahan ini dalam slogan yang kini menjadi bagian dari bahasa sehari-hari, “Ada aplikasi untuk itu.”
Berkali-kali, perusahaan luar biasa ini telah mengantisipasi nilai dari membuka komputasi untuk semua orang. Selamat ulang tahun, Apple. Banyak orang menantikan inovasi Apple berikutnya! (yans)
