Sentuhan Nyata untuk Rakyat Kecil, Mentan Amran Ulurkan Harapan Baru bagi Pedagang Kerupuk di Bone
Lapangan Merdeka Watampone bergemuruh, Minggu (5/4) pagi itu. Ribuan warga Bone tumpah ruah merayakan Hari Jadi Bone ke-696 dengan jalan sehat penuh semangat. Di antara keramaian itu, ada satu momen sederhana yang menyentuh, merekam jejak kepedulian seorang pemimpin terhadap rakyat kecilnya.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di tengah lautan massa yang ceria, tak sungkan turun langsung, menyapa, dan berinteraksi akrab dengan masyarakat. Amran, yang merupakan putra daerah Bone, seolah kembali ke akarnya, mendengarkan langsung denyut nadi kehidupan warganya. Banyak cerita yang mengalir, namun satu kisah berhasil mencuri perhatian dan menggetarkan hati.
Baca Juga
Seorang pedagang kerupuk dengan wajah penuh harapan bercerita tentang perjuangannya. Dengan penghasilan harian sekitar Rp200 ribu, ia menopang hidup tujuh orang anak. Bayangkan betapa beratnya beban di pundak pedagang itu. Kisah ini, yang diucapkan dengan jujur dan lugu, seketika menyentuh relung hati banyak orang yang hadir, termasuk Mentan Amran.
Tanpa pikir panjang, Mentan Amran langsung merogoh koceknya, bukan untuk membeli kerupuk, melainkan untuk memberikan modal usaha sebesar Rp20 juta. Sebuah angka yang mungkin terasa fantastis bagi pedagang kerupuk tersebut, namun menjadi secercah harapan yang sangat nyata.
“Negara harus hadir untuk rakyat kecil. Kita tidak boleh membiarkan mereka berjuang sendiri di tengah keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk keberpihakan agar usaha kecil bisa naik kelas,” tegas Mentan Amran, suaranya mantap penuh keyakinan.
Ia menambahkan, pelaku usaha mikro seperti pedagang kecil adalah tulang punggung sejati ekonomi bangsa. “Kalau usaha kecil bergerak, ekonomi desa hidup, ekonomi daerah kuat. Dari sinilah pondasi ekonomi nasional dibangun. Karena itu, kita dorong mereka punya akses modal, semangat, dan harapan untuk berkembang,” ujarnya.
Kepada pedagang kerupuk itu, Mentan Amran berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Gunakan ini untuk menambah dagangan, memperbesar usaha. InshaAllah kalau dikelola dengan baik, hasilnya bisa berlipat dan kehidupan keluarga ikut membaik,” pesannya tulus.
Momen itu tak hanya disambut haru penerima bantuan, tetapi juga menuai apresiasi dari seluruh masyarakat yang menyaksikan. Di tengah hingar-bingar politik dan pembangunan skala besar, sentuhan personal seperti ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah. Ini adalah janji bahwa kehadiran negara tak hanya dirasakan di pusat, tetapi juga di setiap pelosok negeri, hingga ke warung kerupuk sederhana sekalipun. Sebuah kisah kecil yang membawa harapan besar. (yans)
