- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Macan Tutul Jawa Puncak Predator TN Ujung Kulon
Random Video
Hi Sobat BaCuSa!
Setelah Harimau Jawa eksistensinya dinyatakan punah sejak
tahun 1980-an berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of
Nature (IUCN), maka Macan Tutul Jawa menjadi puncak predator, begitu juga di TN
Ujung Kulon.
Macan tutul jawa dengan nama latin Panthera pardus melas
adalah salah satu subspesies dari macan tutul yang hanya ditemukan di hutan
tropis, pegunungan dan kawasan konservasi Pulau Jawa. Macan tutul jawa adalah
satwa endemik Provinsi Jawa Barat dan Banten dan merupakan satu-satunya kucing
besar yang masih tersisa di pulau Jawa.
Sebagai puncak predator, macan merupakan salah satu satwa
yang ditakuti oleh para mangsanya, salah satu kegiatan memangsa yang pernah
terabadikan oleh polisi kehutanan Balai TN Ujung Kulon yaitu saat macan tutul
jawa memakan isi perut banteng di area penggembalaan cidaon tepatnya, pada 25
Agustus 2017, dan saat itu diduga sebagai harimau jawa.
Macan Tutul Jawa masuk dalam kategori risiko terancam
(Endengered - IUCN), dan terdaftar sebagai satwa dilindung berdasarkan
Peraturan Pemerintan No. P.106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa
Dilindungi yang terancam eksistensinya.
.jpg)