Logo Porosbumi
16 Mar 2026,
16 March 2026
LIVE TV

Riset Ungkap Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dan Urban Farming Efektif Tekan Risiko Stunting

Reporter: PorosBumi 16 Mar 2026, 20:10:23 WIB
Riset Ungkap Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dan Urban Farming Efektif Tekan Risiko Stunting

HASIL riset kolaborasi multidisiplin antara Pusat Riset Kependudukan dan Pusat Riset Wilayah BRIN, bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Sriwijaya (UNSRI), berhasil memetakan inovasi sosial di balik keberhasilan pertanian kota dalam memitigasi risiko stunting.

Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN, Ade Latifa mengatakan riset ini bukan sekadar kajian pertanian, melainkan analisis mendalam terhadap inovasi sistem ketahanan pangan berbasis komunitas. Ia menekankan bahwa kekuatan utama intervensi ini terletak pada pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT).

"Kami melihat KWT bertransformasi menjadi 'laboratorium sosial'. Inovasi sesungguhnya bukan hanya pada apa yang ditanam, tetapi pada bagaimana komunitas perempuan mengelola partisipasi, menguatkan solidaritas sosial, dan menghubungkan hasil panen secara langsung dengan kebutuhan gizi balita di lingkungan mereka," ujar Ade, pada Kamis (12/3).

Riset yang didukung penuh oleh skema pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), telah diterbitkan pada jurnal internasional Discover Food (2026), berjudul ‘The potential role of farmer women's groups as community-based urban farming in addressing the risk of stunting’. Hal ini menegaskan peran BRIN terus memperkuat posisinya sebagai penggerak utama kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) di Indonesia.

Dari sisi kewilayahan, Ade menyoroti pentingnya adaptasi teknologi di lahan marginal kota. Lamijo, peneliti dari Pusat Riset Wilayah BRIN menjelaskan bahwa penerapan metode seperti Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) adalah bentuk inovasi teknis yang efisien untuk mengatasi keterbatasan ruang di kota besar seperti Bandung dan Denpasar.

"Dalam riset ini, kami mendokumentasikan bagaimana teknologi inklusif seperti Budikdamber memungkinkan rumah tangga menghasilkan protein hewani dan mikronutrien sekaligus. Inilah kontribusi nyata riset BRIN dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang aplikatif dan murah bagi masyarakat," ungkap Peneliti BRIN, Lamijo.

Studi ini mengidentifikasi empat prasyarat utama keberhasilan yaitu partisipasi aktif, upaya bersama penurunan stunting dengan kader kesehatan, penguatan solidaritas sosial, dan praktik pencegahan risiko secara langsung. Temuan ini sangat relevan dengan target nasional pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting, di mana data lapangan menunjukkan penurunan signifikan di wilayah yang mengintegrasikan kebijakan pangan kota dengan aksi komunitas melalui pertanian kota (urban farming).

Sebagai lembaga riset dan inovasi nasional, BRIN memposisikan hasil kolaborasi dengan mitra seperti Sri Rum Giyarsih (UGM) dan Apit Fathurohman (UNSRI) ini sebagai rujukan strategis bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Melalui skema RIIM, BRIN berkomitmen untuk terus menghadirkan riset yang berorientasi pada solusi nyata guna mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang bebas stunting. (kf/ed:jml)

 

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```