Logo Porosbumi
21 Mar 2026,
21 March 2026
LIVE TV

MIND ID Dorong Evaluasi Hilirisasi Hasil Tambang

abdul aziz 20 Mar 2026, 14:17:22 WIB
MIND ID Dorong  Evaluasi Hilirisasi Hasil Tambang
KILAS_ Diskusi Hilirisasi Tambang/PorosBumi

JAKARTA - Evaluasi perjalanan hilirisasi sekaligus mengukur resiliensi industri pertambangan nasional ke depan perlu dilakukan meningkatkan nilai tambah pada perekonomian nasional.

Salah satunya dilakukan  dalam KILAS (Kupas Isu Lintas Sektor Strategis) Balik Ramadan.Forum ini dibangun untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan sektor pertambangan agar berbicara dalam satu agenda, bekerja di atas dasar data yang sama, dan melangkah pada program prioritas yang disepakati bersama.

Seperti diketahui, dalam dua tahun terakhir, arsitektur penciptaan nilai tambah di dalam negeri bergerak kian solid. Pemerintah mencatat belanja  investasi hilirisasi sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp 431,4 triliun, meningkat 58,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka ini menegaskan bahwa strategi pengolahan mineral dan batu bara di dalam negeri bukan lagi wacana, melainkan kerja nyata yang menyumbang porsi signifikan terhadap total investasi nasional dan mengubah struktur industri kita dari penjual bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tambah.

Grup MIND ID berada di garis terdepan mendukung akselerasi tersebut. Sejumlah proyek strategis yang telah beroperasi dan terus dikembangkan antara lain fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium, smelter pengolahan dan pemurnian tembaga beserta Precious Metal Refinery di Gresik, tiga proyek pengolahan dan pemurnian nikel di Sulawesi, serta proyek pengembangan infrastruktur logistik batu bara Tanjung Enim–Keramasan.

Rangkaian inisiatif ini dirancang untuk memperkuat rantai nilai di dalam negeri dan meningkatkan kapasitas produksi.

Kendati demikian, perjalanan hilirisasi nasional terus dihadapkan pada tantangan. Volatilitas harga komoditas global, pergeseran rantai pasok, perubahan teknologi terutama pada bahan baku baterai, ketegangan geopolitik, hingga perubahan kebijakan dagang di pasar mitra menuntut biaya produksi dan strategi komersial pelaku industri bergerak dinamis. Di dalam negeri, penataan kebijakan ekspor mineral mentah memberikan angin baru bagi pengembangan midstream dan downstream.

Tujuannya jelas, yakni Indonesia harus memiliki kapasitas untuk membangun rantai pasok yang lebih utuh di dalam negeri dan naik kelas menjadi pemasok produk jadi bernilai tambah dan berteknologi tinggi.

Basis sumber daya kita memang memungkinkan. USGS menempatkan Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, sekitar 55 juta ton, memperkuat posisi Indonesia dalam agenda hilirisasi berbasis nikel.

Di sisi bauksit, data Badan Geologi ESDM mencatat cadangan bijih bauksit sekitar 2,865 miliar ton. Sementara untuk batu bara, cadangan nasional tercatat sekitar 31,96 miliar ton pada akhir 2024. Angka-angka ini menjadi landasan kebijakan hilirisasi dan keamanan pasok energi bahan baku untuk jangka menengah–panjang.

Oleh karenanya, sejumlah isu domestik memerlukan penegasan tindak lanjut, antara lain ketersediaan dan keandalan energi untuk fasilitas pengolahan, tata kelola niaga yang disiplin dan transparan, serta insentif fiskal yang tepat sasaran untuk mempercepat tahap lanjut investasi

“KILAS menjadi ruang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi capaian program strategis dan memastikan setiap tantangan yang dihadapi mampu terselesaikan dengan langkah strategis yang disepakati bersama,” kata Division Head Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika dalam keterangan resmi dikutip, Jumat(20/3/2026).

Selly menambahkan, hilirisasi merupakan proses jangka panjang yang menuntut konsistensi, dan kolaborasi berbagai pihak.

Melalui KILAS, sektor industri pertambangan akan semakin mampu memberi manfaat yang lebih besar dan inklusif bagi perekonomian nasional,”kata Selly.

Ia mengakui  program hilirisasi bergerak semakin dalam disertai  tantangan di dalam maupun di luar negeri yang  kian kompleks. Sehingga ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa besar investasi mengalir, melainkan seberapa kokoh fondasi struktur industri yang  dibangun.

MIND ID menegaskan komitmen untuk melanjutkan perjalanan hilirisasi agar manfaatnya kian besar bagi perekonomian dan masyarakat luas,” Pungkas Selly 

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```