- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Menko AHY Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Dasar untuk Sinergi Industri dan Transmigrasi
.jpg)
SUMBA TIMUR – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur dasar untuk memperkuat sinergi antara kawasan transmigrasi dengan dunia industri, khususnya melalui kehadiran PT Muria Sumba Manis (MSM) yang bergerak di bidang perkebunan tebu dan industri gula.
.jpg)
Baca Lainnya :
- Spirit Kebersamaan dan Kesederhanaan di HUT ke-17 Pandutani Indonesia (Patani)0
- Ribuan Masyarakat di Kecamatan Ini Hidup Dalam Wajan Raksasa0
- Relawan Tangguh Kampung Bungin Garda Terdepan Menghadapi Situasi Krisis dan Bencana Alam0
- Stacia UMJ dan Forum Relawan Potensi Tangsel Bentangkan Merah Putih Raksasa di Danau Situ Gintung2
- Merdeka Dari Kemiskinan, Kelaparan, dan Penderitaan0
Hal tersebut diutarakan Menko AHY
saat melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Transmigrasi Melolo, Sumba Timur,
Nusa Tenggara Timur, bersama Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman,
pada Selasa (19/8/2025).
“Transmigrasi punya lahan dan
tenaga kerja, sementara industri hadir dengan modal, teknologi, dan juga
sebagai off-taker dari hasil produksi. Sinergi ini harus kita dukung dengan
infrastruktur yang memadai agar kawasan transmigrasi bisa tumbuh menjadi pusat
pertumbuhan baru,” ujarnya.
Menko AHY menilai keberadaan industri gula dan bioenergi di Sumba Timur dapat menjadi model integrasi yang bisa direplikasi di kawasan transmigrasi lain di Indonesia. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan gula nasional, kawasan ini juga berpotensi menghasilkan bioetanol dan energi listrik hingga 22 megawatt, di mana sebagian dapat disalurkan untuk kebutuhan masyarakat melalui kerja sama dengan PLN.

Untuk mendukung keberlanjutan
proyek tersebut, Menko AHY menegaskan bahwa Kemenko Infrastruktur berkomitmen
memperkuat beberapa aspek, terutama berkaitan dengan infrastruktur dasar dan
kepastian lahan.
“Paling tidak, pertama lahannya
harus siap dan statusnya jelas, clean and clear kalau berbicara HGU. Kedua,
infrastruktur jalan harus lebih memadai agar mobilitas lebih cepat. Ketiga,
pengembangan pelabuhan juga dibutuhkan supaya transportasi logistik bisa lebih
efisien dan kompetitif,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman menekankan bahwa pengembangan kawasan transmigrasi seperti di Melolo tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus melibatkan sinergi lintas kementerian dan sektor. Menurutnya, arah pembangunan transmigrasi ke depan bukan lagi sekadar perpindahan penduduk, melainkan bagian dari agenda industrialisasi di luar Jawa dengan melibatkan transmigran dan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja.
.jpg)
“Kawasan Transmigrasi Melolo
memiliki potensi besar sebagai pilot project. Integrasi transmigrasi dengan
industri dapat membuka lapangan kerja dan mendorong lahirnya pusat-pusat
pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.
Lebih jauh, Menko AHY menyebut pengembangan kawasan transmigrasi berbasis industri dapat membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan ekstrem, sekaligus menekan ketimpangan.
“Ini bukan hal abstrak, melainkan
konkret. Kita sudah melihat langsung bagaimana kawasan ini berkembang dan punya
potensi besar,” pungkasnya. Pada kunjungan tersebut, Menko AHY turut didampingi
Staf Khusus Menteri, Agust Jovan Latuconsina dan Arief Rahman.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

