- Waspada! Prediksi BMKG Hujan Sedang Hingga Lebat Masih Terjadi di Jabodetabek
- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
Investor Lirik Beras Adan

PROKAL.CO, PRODUKSI pertanian di wilayah Kabupaten Nunukan seperti beras adan, kakao dan pisang bakal ditingkatkan, karena dianggap berpotensi untuk meningkatkan ekspor hasil pertanian.
Disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara Heri Rusdiyono, untuk meningkatkan produksi hasil pertanian di kawasan perbatasan itu, akan dilakukan kajian. Apalagi, dia menyebutkan telah ada investor yang berminat.
“Sudah ada MoU (Memorandum of Understanding) dari Kementerian Pertanian dan pihak Malaysia di sektor pertanian,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (15/3).
Baca Lainnya :
- Benih jagung hibrida Monsanto melonjak 368 persen di musim hujan0
- Pengelolaan sampah di Kabupaten Pati jadi sumber kesejahteraan warga0
- Lingga Kembangkan 100 Hektare Lahan Pakan Ternak0
- Membangun dari Desa0
- Percepatan Transformasi Petani, Ini Tiga Tantangan Utamanya0
Selain kajian pengembangan ketiga komoditas di perbatasan, dalam waktu dekat tim dari Kementerian Pertanian pun, lanjutnya, akan melakukan bertemu Gubernur Irianto Lambrie dan Bupati Nunukan.
“Tujuannya untuk mendapatkan dukungan dan rekomendasi. Karena yang memiliki kebijakan terhadap investasi kan ada di kepala daerah,” ujarnya.
Dia jugamenyebutkan, rencananya Menteri Pertanian akan turut hadir untuk meresmikan pengembangan ekspor pertanian di kawasan perbatasan. Seperti halnya yang pernah dilakukan di Entikong, Kalimantan Barat.
Sementara untuk kawasan perbatasan lain yang berada di Kabupaten Malinau, pihaknya masih melakukan survei potensi apa saja yang akan dikembangkan. “Awalnya keinginan dari Kabupaten Malinau mau mengembangkan jenis buah-buahan. Tapi saat ini belum menentukan buah apa yang akan dikembangkan,” ujarnya. (san/fen)
sumber : bulungan.prokal.co
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

