Dirut YOII Laporkan Laba Tahun 2025 Naik 18,9 Persen
JAKARTA-PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) melaporkan laba
naik 18,96 persen menjadi Rp20,14 miliar pada akhir tahun 2025. Tak hanya itu perolehan hasil jasa asuransi
melesat 289,87 persen menjadi Rp458,72 miliar. Sedangkan, pendapatan Jasa
Asuransi juga naik 122,91 persen menjadi Rp730,7 miliar dibanding kinerja buku
tahun 2024.
Direktur Utama YOII, Adi Wibowo Adisaputro mengatakan kendati
tahun 2025 penuh tantangan dan tekanan dari berbagai aspek ekonomi tetapi
Perseroan masih dapat membukukan kinerja yang baik. Perseroan saat ini juga
terus melakukan penguatan strategi jangka Panjang.
“Upaya kami menghadirkan produk Asuransi yang inovatif
tentu membutuhkan struktur permodalan yang kuat, salah satu langkah strategis
kami akan mengalokasikan seluruh laba bersih tahun lalu sebagai modal untuk
pengembangan ke depan,” katanya usai Paparan Publik YOII, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga
Adapun sejumlah strategi yang akan dilakukan ke depan,
lanjut Adi, yakni memperluas produk asuransi yang berhubungan dengan gaya hidup
baik secara horizontal dan vertikal dengan secara aktif mencari tren gaya hidup
terkini. Salah satunya yaitu memperluas produk travel dengan memanfaatkan baik kanal
online melalui pialang maupun konvensional dan produk asuransi mikro,
serta, meningkatkan layanan produk asuransi kendaraan melalui berbagai kanal yang
tersedia.
Adi menambahkan pertumbuhan laba Perusahaan masih
didorong terutama oleh kinerja positif dari produk asuransi kecelakaan diri dan
asuransi perjalanan. Perusahaan masih fokus melakukan perluasan portofolio
produk kecelakaan diri dan perjalanan, dengan menghadirkan berbagai inovasi
yang menyesuaikan kebutuhan asuransi di era gaya hidup digital.
Selain itu, Adi menyampaikan total aset perseroan per tahun
lalu sebesar Rp347,25 miliar, naik sekitar 38,43 persen dibandingkan periode
yang sama tahun lalu. Adapun total Liabilitas naik sekitar 51,44 persen menjadi
Rp136,22 miliar dibanding periode 2024.
Total Ekuitas, juga tercatat naik sekitar 31,15 persen
menjadi Rp211,03 miliar dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Sisi lain, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Perseroan telah menyampaikan laporan penggunaan dana yang telah diperoleh dari
penawaran saham perdana Perseroan sebesar Rp41,20 miliar. Adapun jumlah biaya yang
telah dikeluarkan dalam rangka pelaksanaan penawaran umum (biaya emisi) sebesar
Rp5,70 miliar.
Seluruh dana telah direalisasikan untuk kegiatan pemasaran dan operasional Perseroan. Perseroan memastikan telah merealisasikan sisa dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham dengan tetap memperhatikan peraturan perundangan-undangan dan prinsip GCG yang berlaku.
