- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
197 Titik Lahan Disiapkan untuk Pembangunan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera
.jpg)
BANDA ACEH — Menteri Perumahan dan
Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan kesiapan pemerintah dalam
mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana
di berbagai wilayah. Hal ini disampaikan dalam rapat bersama Satgas Pemulihan
Pascabencana DPR RI yang digelar di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua
Satgas Pemulihan Pascabencana, Sufmi Dasco Ahmad, dan dihadiri oleh Menteri
Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana, Tito Karnavian.
Turut hadir pula sejumlah anggota DPR seperti Cucun Ahmad Syamsurijal (Wakil
Ketua DPR), Nazaruddin Dek Gam (Ketua MKD), Abdul Wachid (Wakil Ketua Komisi
VI), Andi Iwan Darmawan Aras (Wakil Ketua Komisi V), dan Kawendra Lukistian
(Anggota DPR).
Dari pihak pemerintah, hadir antara lain Menteri Pekerjaan
Umum Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah
Yusuf, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BPS Amalia Adininggar
Widyasanti, Wamendikdasmen Atip Latipulhayat, Wamen BPKP Agustina Arumsari,
Wakil BP BUMN Teddy Barata, Sestama BNPB Rustian, Utusan Khusus Presiden Bidang
Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Rafi Ahmad, Wakasatgas/Kasum TNI
Letjen TNI Richard Tampubolon, serta Wakasatgas III/Dankorbrimob Irjen Pol Reza
Arief Dewanto.
Baca Lainnya :
- Ilmuwan Temukan Titik Rawan Gempa Megathrust Berikutnya di Asia Tenggara0
- Solusi Ketahanan Pangan, Singapura Kembangkan Pertanian Menggunakan Kecerdasan Buatan0
- Dua Jalur Transmisi Pangkalan Brandan-Langsa Pulih, Pasokan Listrik ke Aceh Makin Andal0
- Holding Perkebunan Nusantara Dukung Percepatan Pembangunan 600 Huntara Pascabanjir di Aceh Tamiang0
- Indonesia Perlu Pastikan Infrastruktur Hingga Protokol Tanggap Darurat Hadapi Risiko Hidrometeorolog0
Dalam laporannya, Menteri Maruarar menyampaikan bahwa
tahapan penyediaan hunian tetap telah disiapkan secara komprehensif, mulai dari
penetapan lokasi clear and clean, penyiapan data by name by address (BNBA),
penyusunan desain detail (DED), hingga proses lelang dan pembangunan. “Kami
sudah siap. Saat ini kami berada di tahap paling ujung, yaitu pembangunan
hunian tetap,” ujarnya.
Ia juga memaparkan bahwa berdasarkan data terakhir per
Jumat, 9 Januari 2026 pukul 17.00 WIB, total rumah terdampak di tiga provinsi
mencapai sekitar 189.308 unit. Rinciannya, Provinsi Aceh mencatat 64.740 rumah
rusak ringan, 40.103 rusak sedang, 29.527 rusak berat dan 13.969 hanyut.
Sementara di Sumatera Utara terdapat 18.341 rumah rusak ringan, 3.616 rusak
sedang, 5.149 rusak berat dan 937 hanyut. Adapun di Sumatera Barat terdapat
6.627 rumah rusak ringan, 2.842 rusak sedang, 2.666 rusak berat dan 791 hanyut.
Menteri Maruarar menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan
lahan relokasi di sejumlah titik, dengan jumlah lahan rencana lokasi di Aceh
sebanyak 153 lahan yang berasal dari Pemda 41, lahan negara 9, BUMN BUMD 30,
swasta 56, dan tanah yang tahap identifikasi ada 17 unit.
"Di Sumatera Utara ada 16 lokasi, di Sumatera Barat ada
28 lokasi. Luas lahan rencana lokasi ini sudah kami sampaikan, di Aceh ada 473
hektare, Sumatera Utara 58 hektare, Sumatera Barat 53 hektare. Khusus Provinsi
Aceh saya perjelas, usulan lahan relokasi sebanyak 153 titik lahan, dengan
total luas lahan sebesar 473,09 hektare, total daya tampung rumah yang dapat
terbangun sebanyak 28.311 unit, di antaranya yang telah dilakukan verifikasi
lapangan dan layak sebanyak 24 titik lahan," kata Menteri Ara.
Menteri PKP juga menegaskan bahwa proses pembangunan hunian
tetap harus memenuhi tiga kriteria utama. “Pertama, lokasinya aman dari potensi
banjir, tsunami, atau longsor. Kedua, tidak bermasalah secara hukum. Ketiga,
dekat dengan ekosistem kehidupan masyarakat, seperti ladang, tempat kerja,
sekolah, dan pasar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menteri Maruarar mengusulkan agar tahapan
penganggaran dilakukan dengan prinsip percepatan, termasuk dalam proses
pengadaan barang dan jasa. “Kami usulkan agar Februari sudah bisa mulai
pelaksanaan. Kami siap memulai dari Aceh Tamiang, yang sudah lebih dulu
mengirimkan surat kesiapan,” kata Maruarar.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan satu data nasional
untuk memastikan akurasi dan kecepatan proses penanganan. “Kami menunggu data
final dari BPS. Seperti disampaikan Pak Dasco, satu data ini menjadi kunci agar
tidak ada perbedaan angka dan semua langkah bisa terkoordinasi dengan baik,”
tutup Maruarar. (jay)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

