Logo Porosbumi
20 Mar 2026,
20 March 2026
LIVE TV

Visi Presiden Prabowo Subianto untuk Ketahanan Pangan Indonesia, Membangun Kedaulatan dari Ladang

Sebuah pemikiran strategis yang menempatkan perut rakyat sebagai fondasi utama negara

Yani Andriyansyah 20 Mar 2026, 13:20:52 WIB
Visi Presiden Prabowo Subianto untuk Ketahanan Pangan Indonesia, Membangun Kedaulatan dari Ladang
Presiden Prabowo Subianto tak henti-hentinya menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu kunci kedaulatan bangsa. (dok. Kementan)

Di tengah gejolak geopolitik dan ekonomi global yang tak menentu, sebuah narasi penting kembali mengemuka dari Istana. Presiden Prabowo Subianto tak henti-hentinya menegaskan satu hal, kedaulatan bangsa tak akan kokoh tanpa ketahanan pangan yang mandiri.


Bukan sekadar janji manis, melainkan sebuah visi mendalam yang menjadi pilar utama kemerdekaan sejati. Kalau kita ingin benar-benar merdeka, kita harus mampu menjamin kebutuhan pangan kita sendiri,” tergas Presiden Prabowo dalam program Presiden Menjawab di Mata NajwaKamis (19/3).


Ucapan ini bukan sekadar retorika, melainkan cerminan dari pemikiran strategis yang menempatkan perut rakyat sebagai fondasi utama negara. Mata Presiden Prabowo menerawang jauh ke belakang, mengilas balik pada jejak pemikiran Proklamator kita, Presiden Soekarno. 


Bung Karno, sang arsitek bangsa, telah jauh-jauh hari menanamkan gagasan bahwa pertanian adalah jantung pembangunan nasional. Bung Karno selalu bicara pertanian,kenang Presiden Prabowo, sekaligus menggarisbawahi bahwa tanpa kekuatan di sektor pangan, kemerdekaan hanyalah sebatas simbol, rapuh di hadapan gejolak dunia.


Di tengah ancaman global saat ini, pemerintah tak tinggal diam. Berbagai langkah konkret tengah digeber untuk mewujudkan cita-cita ini. Mulai dari optimalisasi lahan-lahan tidur, pembangunan infrastruktur irigasi yang lebih modern, hingga penguatan sumber daya manusia pertanian yang menjadi ujung tombak di lapangan. 


Tak hanya itu, pengembangan riset dan inovasi juga menjadi perhatian utama, dengan IPB University sebagai salah satu motor penggeraknya. Inilah ikhtiar bersama untuk memastikan setiap butir padi, setiap jagung, dan setiap sayur-mayur yang tumbuh di Tanah Air, menjadi penopang kemandirian.


Presiden Prabowo juga menyoroti realitas pahit lanskap global yang semakin terhubung. Ia memberikan contoh nyata, betapa perang jauh di Ukraina bisa mengguncang dapur-dapur di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Perang Ukraina berdampak ke kita karena gandum dan jagung naik, ujarnya. 


Sebuah ilustrasi yang mengerikan, menunjukkan betapa rentannya sebuah negara jika masih bergantung pada impor pangan. Inilah pelajaran berharga yang harus kita pahami,ketergantungan pada pangan dari luar sama saja dengan menggantungkan nasib bangsa pada ketidakpastian global. 


Kalau 200 tahun lalu perang di Eropa tidak berpengaruh untuk kita. Biar saja Inggris sama Jerman perang atau Prancis dan lain-lain. Sekarang perang di mana saja berpengaruh,” tegas Presiden Prabowo.


Pernyataan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangkitkan kesadaran kolektif akan urgensi kemandirian pangan.Karena itu pemerintah berkomitmen agar tak berhenti pada produksi. Kesejahteraan petani, stabilisasi harga pangan, serta jaminan distribusi yang merata di seluruh pelosok Indonesia juga menjadi prioritas. Sebab, apa artinya hasil melimpah jika petani tetap tercekik dan rakyat di pelosok sulit mengaksesnya.


Melalui serangkaian langkah strategis dan terukur ini, pemerintah optimistis Indonesia tak hanya akan mencapai kedaulatan pangan yang berkelanjutan, tetapi juga memperkuat posisi tawar bangsa di panggung internasional. Jadi sekali lagi, saya lihat kalau kita ingin merdeka kita harus menjamin sumber pangan kita, pungkas Presiden Prabowo.


Pernyataan tersebut seakan menggemakan kembali semangat Bung Karno, menyuntikkan harapan baru untuk Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan makmur dari lumbung-lumbung pangannya sendiri. (yans)

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```