Suara yang Dikenal dan yang Tidak Dikenal
Salman al-Farisi radhiyallahu 'anhu berkata,
إِذَا كَانَ الرَّجُلُ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي السَّرَّاءِ وَيَحْمَدُهُ فِي الرَّخَاءِ، فَأَصَابَهُ ضُرٌّ فَدَعَا اللَّهَ، قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ: صَوْتٌ مَعْرُوفٌ, مِنِ امْرِئٍ ضَعِيفٍ. قَالَ: فَتَسْتَغْفِرُ لَهُ. قَالَ وَإِذَا كَانَ لَا يَذْكُرُ اللَّهَ فِي السَّرَّاءِ، وَلَا يَحْمَدُهُ فِي الرَّخَاءِ، فَأَصَابَهُ ضُرٌّ، فَدَعَا اللَّهَ، قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ: صَوْتٌ مُنْكَرٌ
"Jika seseorang senantiasa berdzikir kepada Allah di waktu lapang dan memuji-Nya saat keadaan senang, lalu ketika dia ditimpa kesulitan lantas berdoa kepada Allah, maka para malaikat akan berkata: 'Ini suara yang dikenal dari seorang hamba yang lemah.' Lalu malaikat pun memintakan ampun untuknya.
Namun, jika seseorang tidak pernah berdzikir kepada Allah di waktu lapang dan tidak memuji-Nya di waktu senang, lalu ketika dia ditimpa kesulitan lantas berdoa kepada Allah, maka para malaikat berkata: 'Ini suara yang tidak dikenal.'"
Ad-Du‘a’, hlm. 262