Siapa Bilang Anak Muda Ogah Terjun Jadi Petani, Kelompok Asal Sambas Ini Buktinya
Sejumlah anak muda asal Sambas menyerahkan berkarung-karung beras kepada Menteri Pertanian

By Yani Andriyansyah 21 Feb 2026, 21:30:22 WIB Pangan
Siapa Bilang Anak Muda Ogah Terjun Jadi Petani, Kelompok Asal Sambas Ini Buktinya

Keterangan Gambar : Brigade Pangan KAMMI Bersambut dari Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menyerahkan beras kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Kamis (19/2). (dok. Kementan)


Selama ini banyak anggapan, anak muda sudah tidak lagi mau berkutat di sektor pertanian. Alasannya, petani bukan profesi yang keren dan tidak bisa mendatangkan cuan. Tapi tunggu dulu. 


Baca Lainnya :

Tidak semua anak muda beranggapan demikian. Buktinya, baru-baru ini sejumlah anak muda asal Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang tergabung dalam Brigade Pangan KAMMI Bersambut menyambangi Jakarta menyerahkan berkarung-karung beras kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.


Karung beras itu bukan sekadar hasil panen biasa, melainkan simbol kerja kolektif anak muda yang turun langsung ke sawah. Di hadapan sang menteri, Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Ahmad Jundi Khalifatullah, bersama Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP KAMMI, Aulia Furqon, menyerahkan sampel Beras Sambas sebagai bukti konkret keterlibatan generasi muda dalam agenda besar swasembada pangan.


Di tengah kekhawatiran global soal krisis pangan, langkah mahasiswa ini seperti menyuntikkan optimisme baru. Mereka tak berhenti pada diskusi atau kajian. Sebelumnya, Ahmad Jundi bahkan memimpin langsung panen raya di Sambas yang menjadi bagian dari pembinaan Brigade Pangan berbasis pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi lahan pertanian.


“Ketahanan pangan bukan sekadar program pemerintah, tetapi agenda strategis bangsa. Mahasiswa harus turun langsung menjadi bagian dari solusi. Apa yang kami lakukan di Sambas adalah bukti bahwa pemuda mampu menjadi motor penggerak produktivitas pertanian dan kemandirian daerah,” ujar Jundi.


Bagi mereka, modernisasi pertanian bukan hanya tentang mesin dan alat canggih. Lebih dari itu, modernisasi adalah keberpihakan. Ketika petani dipermudah dalam mengolah lahandengan alat yang lebih efisien dan sistem yang lebih rapiproduktivitas meningkat, kesejahteraan ikut terdongkrak, dan desa menjadi lebih berdaya. Dari sanalah fondasi kedaulatan pangan dibangun.


Sementara Aulia Furqon menilai, kepemimpinan Mentan Amran membuka ruang yang lebih luas bagi keterlibatan pemuda. Ia menyebut Andi Amran sebagai menteri yang konsisten memberi perhatian pada regenerasi petani dan peran strategis anak muda di sektor pertanian.


Menurutnya, ini menjadi babak baru kolaborasi antara pemerintah dan gerakan mahasiswabukan sekadar hubungan simbolik, melainkan kemitraan nyata di lapangan. Mentan Amran menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa regenerasi petani adalah kunci masa depan pertanian nasional. Tanpa kehadiran generasi muda, sulit membayangkan produktivitas daerah bisa terus tumbuh dan menopang ketahanan pangan nasional.


Kolaborasi antara PP KAMMI dan Kementerian Pertanian pun menjadi bagian dari upaya memperkuat program swasembada pangan Presiden Republik Indonesia. Di tengah tantangan global yang tak menentu, kerja bersama seperti ini menunjukkan bahwa kedaulatan pangan tak hanya ditentukan kebijakan di meja rapat, tetapi juga oleh langkah kaki anak-anak muda yang berani turun ke sawah.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment