Gerak Cepat Mentan Sidak Pasar Usai Terima Laporan, Harga Pangan Langsung Turun
Cek langsung ke pasar, Mentan Amran pastikan harga pangan kembali normal saat Ramadan

By Yani Andriyansyah 20 Feb 2026, 19:00:06 WIB Pangan
Gerak Cepat Mentan Sidak Pasar Usai Terima Laporan, Harga Pangan Langsung Turun

Keterangan Gambar : Mentan Andi Amran Sulaiman langsung melakukan sidak di Pasar Kebayoran, Jumat (20/2) usai menerima laporan kenaikan harga beberapa komoditas pangan (dok.Kementan)


Pagi itu, rapat di kantor Kementerian Pertanian belum benar-benar usai ketika sebuah laporan masuk. Isinya singkat, tapi cukup membuat dahi berkerut, harga ayam naik, bawang putih ikut melonjak. 


Tanpa banyak basa-basi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung bergerak. Dari meja rapat, ia beralih ke telepon. Beberapa pejabat kepolisian dihubungidari tingkat pusat hingga wilayah. Hasilnya mengejutkan. “Harganya langsung turun,” ujarnya saat berdiri di lorong Pasar Kebayoran, Jakarta, Jumat sore. 

Baca Lainnya :


Ayam yang sempat disebut menyentuh Rp 40 ribu per kilogram, turun menjadi Rp 25 ribu. Selisihnya Rp 15 ribu. “Ternyata telepon itu bisa menurunkan harga,” katanya, setengah heran, setengah menyindir.


Tak berhenti di koordinasi lewat sambungan telepon, ia memilih turun langsung. Inspeksi mendadak dilakukan untuk memastikan harga pangan benar-benar sesuai aturan. Bagi Amran, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tapi juga masa yang rawan permainan harga.


Di antara tumpukan bawang dan deretan kios sembako, ia mengecek satu per satu komoditas. Bawang putih yang sebelumnya dilaporkan menembus Rp 60 ribu per kilogram, kini dijual Rp 38 ribudi bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para pedagang yang sudah menyesuaikan harga. Namun tak semua temuan membuatnya lega.


Di sebuah lapak, kemasan minyak goreng rakyat MinyaKita terpajang dengan harga berbeda dari yang tertera. Di kemasan tertulis Rp 15.700 per liter. Di lapangan, dijual Rp 19 ribu. Selisihnya memang tak sebesar ayam tadi, tapi bagi Amran ini soal prinsip. Ia meminta aparat menindak tegas pelanggaran tersebut. 


“Segel unit usahanya,” katanya tegas, seraya menekankan bahwa pengecer kecil tidak boleh menjadi korban. Penelusuran, menurutnya, harus sampai ke distributor besar atau perusahaan. Ia bahkan membeli dua kantong MinyaKita. Bukan untuk stok dapur, melainkan sebagai barang bukti.Pesannya jelas, jangan bermain-main dengan harga, apalagi menjelang Ramadan.


Di sela sidak, Amran berbicara langsung kepada pelaku usaha. Ia menegaskan pemerintah tidak berniat mengganggu pedagang. Semua orang berhak mencari rezeki. Namun keuntungan tak boleh diraih dengan membebani masyarakat. “Ayo cari rezeki, tapi jangan mengganggu rakyat yang sedang melaksanakan ibadah puasa,” ucapnya.


Ia juga menyoroti ironi yang kerap terjadi, ketika harga naik, pemerintah yang disalahkan. Padahal, menurutnya, kenaikan kerap dipicu ulah segelintir oknum. Komoditas strategis seperti beras, ayam, daging, telur, hingga minyak goreng, tegasnya, wajib dijual sesuai HET. 


Apalagi Indonesia termasuk negara produsen minyak sawit terbesar di dunia. “Kita mengekspor minyak ke seluruh dunia. Tidak ada alasan minyak goreng naik di dalam negeri,” katanya.


Di tengah kekhawatiran publik soal lonjakan harga, Amran memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman. Pasokan, katanya, sudah disiapkan jauh sebelum Ramadan dan jumlahnya lebih dari cukup.


Sebagai langkah antisipasi, operasi pasar dan pengawasan akan terus digelar di berbagai daerah. Tim diturunkan, laporan masyarakat akan langsung ditindak. Tidak ada lagi pendekatan persuasif berlarut-larut.


Sore itu, di tengah riuh Pasar Kebayoran, pesan pemerintah disampaikan tanpa tedeng aling-alingpelaku usaha boleh mencari untung, tapi jangan sampai kehilangan nurani. Ramadan, bagi banyak orang, adalah bulan menahan diri. Termasuk menahan godaan untuk menaikkan harga seenaknya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment