- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
RS Kapal PIS dan doctorSHARE Layani 4000 Pasien di Pelosok Raja Ampat

JAKARTA – PT
Pertamina International Shipping (PIS) berkolaborasi dengan Yayasan Dokter
Peduli (doctorSHARE) menghadirkan layanan kesehatan terapung Rumah Sakit Kapal
Nusa Waluya II di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Berlangsung sejak
10 Juni hingga 8 Agustus 2025, kolaborasi pelayanan kesehatan tersebut berhasil
menjangkau 4.099 pasien dan penerima manfaat.
Layanan kesehatan ini merupakan
bagian dari komitmen PIS, sebagai bagian dari PT Pertamina (Persero),
melangsungkan tanggung jawab sosial perusahaan di bawah program BerSEAnergi
untuk Laut. Program ini menyasar masyarakat di daerah terdepan, terluar, tertinggal
(3T) yang tinggal di 9 desa/kelurahan di Distrik Waigeo Utara dan beberapa
daerah di Kabupaten Raja Ampat.
"Misi kemanusiaan PIS bersama
doctorSHARE ini berhasil memenuhi tujuan kami dalam menyediakan akses layanan
kesehatan gratis yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat. Layanan kesehatan
terapung RSK Nusa Waluya II ini juga sejalan dengan identitas PIS yang
berkomitmen memajukan industri maritim di Tanah Air," ujar Corporate
Secretary PIS Muhammad Baron.
Baca Lainnya :
- Ikhtiar OJK Dukung SDGs: Membumikan Meritokrasi Tata Kelola Keuangan Sehat Berkelanjutan 0
- Api Dalam Sekam dan Batu Uji Kepemimpinan Prabowo Subianto 0
- Guru: Novel dan Kenangan0
- Fakta Unik Kondusifitas Demo Mahasiswa dan Driver Online di Kota Palembang0
- Perempuan Adat Kasimle, Dahulu Tidak Berdaya Kini Pengolah Sumber Daya0
RSK Nusa Waluya sendiri merupakan
kapal yang dilengkapi dengan beragam fasilitas medis mulai dari poli umum, poli
spesialis, poli gigi, poli kesehatan ibu dan anak, IGD, ruang bersalin,
laboratorium, USG, EKG, pemeriksaan rontgen, dan fasilitas bank darah. Total
pasien yang berhasil dilayani dari pelayanan poli mencapai 2.903 orang dan
1.106 penerima manfaat dari kegiatan promosi kesehatan.
Sementara itu, terdapat 31 tenaga
medis dan 14 relawan spesialis yang terdiri dari 4 spesialis bedah, 3 spesialis
anestesi, 4 spesialis kandungan, 1 residen anestesi, 1 spesialis penyakit
dalam, dan 1 relawan penata anestesi.
"Dukungan yang PIS berikan
terhadap program ini memungkinkan kami merampungkan pelayanan kesehatan yang
menantang di Waigeo Utara, Raja Ampat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus
direplikasi tidak hanya oleh PIS, tapi juga entitas lain di Indonesia sehingga
memperkuat akses layanan kesehatan di wilayah 3T," ungkap Ketua Yayasan
Dokter Peduli (doctorSHARE) Tutuk Utomo.
Kondisi geografis Raja Ampat
merupakan menghadirkan sejumlah tantangan tersendiri bagi tim medis yang
bertugas di RSK Nusa Waluya II. Mulai dari kasus medis mendesak yang tak bisa
segera dirujuk ke RSUD karena perjalanan laut yang tidak bisa cepat, kendala
cuaca yang menyebabkan kapal sulit bersandar, hingga pengoperasian peralatan
medis.
Program rumah sakit apung yang
didukung PIS ini sejalan dengan prinsip environmental, social, governance (ESG)
pada aspek sosial sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable
Development Goals (SDGs).
"Pencapaian layanan kesehatan
bersama doctorSHARE melalui RSK Nusa Waluya II merupakan contoh bagaimana PIS
terus berupaya memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir dan kepulauan
yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. Kami akan terus berupaya
berkontribusi positif melalui program BerSEAnergi untuk Laut di masa
mendatang," imbuh Baron.
Pada kesempatan terpisah, Vice
President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso
menyampaikan komitmen Pertamina untuk melayani kebutuhan masyarakat, tidak
hanya di sektor energi tetapi juga bidang pendidikan, sosial budaya, dan
kesehatan.
"Program TJSL BerSEAnergi
telah memperluas kontribusi Pertamina di bidang kesehatan yang diharapkan dapat
mendukung pemerintah dalam melayani masyarakat hingga pelosok
negeri,"pungkas Fadjar.
Pertamina sebagai perusahaan
pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero
emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung
pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut
sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di
seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

