- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Presiden Prabowo Nyatakan Whoosh Simbol Kerjasama Dengan Tiongkok

Keterangan Gambar : Presiden RI Prabowo Subianto- Porosbumi
JAKARTA- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto
menyatakan Kereta Cepat Whoosh sebagai symbol
kerjasama Indonesia dengan Tiongkok.
Hal itu disampaikan didepan media usai peresmian
stasiun Tanah Abang Baru, Selasa(4/11/2025).
Prabowo mengaku telah mempelajari permasalahan Whoosh
yang belakangan ramai kembali
dibicarakan terkait beban utang yang ditanggung pengelola Whoosh. Hasilnya, dia
tidak melihat ada masalah.
Baca Lainnya :
- Komite IV DPD RI Minta Anggaran Operasional BPI Danantara Lebih Efisien 0
- BPS Umumkan Oktober 2025 Terjadi Inflasi 2,86 Persen0
- Adu Cepat Penyaluran Kredit Rentan Terjadi Side Streaming0
- Bank Syariah Harus Capai Rasio Kewajiban Jangka Pendek 100 Persen0
- Laba Telkom Amblas 10 Persen Jadi Rp15,7 Triliun Akhir September 20250
“Apa itu rebut-ribut soal whoosh, saya sudah pelajari
dan tidak ada masalah. Saya tanggung jawab semua. Indonesia bukan negara
sembarangan. Kita hitung tidak ada masalah,” tegas Prabowo.
Prabowo meminta PT KAI (Kereta Api Indonesia ) selaku
induk usaha pengelola Whoosh tidak perlu khawatir.
“ Kita layani rakyat, teknologi dan prasarana semua
tanggungjawab bersama dan di ujungnya tanggungjawab Presiden RI. Jadi saya
sekarang tanggung jawab whoosh,” tekan Prabowo lagi.
Prabowo juga meminta masyarakat umum tidak melihat
Kereta Cepat Whoosh dari sisi untung dan rugi semata. Tapi melihat
kemanfaatannya.
“Jadi jangan khawatir, saya sudah pelajari semua
masalahnya dan Indonesia sanggup. Kita harus bayar Rp1,2 triliun pertahun. Mengurangi
macet polusi. Ingat ya, Whoosh symbol kerjasama Indonesia dan China. Jadi
saya selaku presiden RI ambil alih tanggung jawab,” tegas Prabowo.
Prabowo dalam kesempatan itu juga menyampaikan telah
menyetujui anggaran penambahan 30 rangkaian baru untuk melayani masyarakat
Jabodetabek.
“Saya minta secepatnya, untuk Jabodetabek akan
diperluas dan perbesar , KAI bilang harus buat 30 rangkaian baru. 1 rangkaian
butuh USD9 juta sehingga butuh Rp4,8 triliun tapi saya setujui Rp5 triliun, beliau
ajukan Rp4,8 triliun tapi tidak Rp4,8 triliun tapi Rp5 triliun,” papar Prabowo.
Presiden RI Ke 8 itu juga telah meminta Menteri
Perhubungan untuk merancang perluas jangkauan layanan KA di Sumatera,
Kalimantan, dan Sulawesi.
“ Dengan menggunakan KA biaya logistik akan turun,
kita akan kompetitif,kesejahteraan akan meningkat.” Pungkas Prabowo. (abdul aziz)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

