Logo Porosbumi
12 Mar 2026,
12 March 2026
LIVE
KILAS

Menko AHY Dorong Smart Engineering untuk Infrastruktur Tangguh dan Inklusif

Reporter: Yani Andriyansyah 11 Mar 2026, 20:33:56 WIB
Menko AHY Dorong Smart Engineering untuk Infrastruktur Tangguh dan Inklusif
Menko AHY di ajang World Engineering Day for Sustainable Development (WED) 2026. (dok.Kemenkoinfra)

Suara lantang membuncah dari panggung World Engineering Day for Sustainable Development (WED) 2026. Di hadapan para insinyur, inovator, hingga perwakilan lembaga internasional, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan satu hal, engineering bukan sekadar hitungan teknis, tapi kunci masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.


Forum WED 2026 yang bertema Smart Engineering for Sustainable Future ini bukan hanya ajang kumpul-kumpul. Ini adalah jembatan strategis untuk menguatkan kolaborasi tiga serangkai, pemerintah, akademisi, dan industri. Menurut Menko AHY, hanya dengan bersinergi lintas sektor, inovasi dan solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan bisa terwujud.


Indonesia, dengan lebih dari 70.000 pulau dan posisinya di Ring of Fire, menghadapi tantangan geografis dan teknologi yang sangat unik. Kita harus memastikan pembangunan itu menguntungkan semua penduduk, baik di wilayah urban maupun rural, tegas Menko AHY.


Ia juga menyoroti pentingnya konektivitas, infrastruktur inklusif, ketahanan iklim, dan transformasi digital. Semua ini harus diprioritaskan agar manfaat pembangunan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.


Pembangunan infrastruktur, lanjutnya, bukanlah proyek instan. Tapi butuh perencanaan yang matang, pendanaan yang kredibel, dan eksekusi yang profesional. Dan satu hal yang tak bisa ditawar, prinsip keberlanjutan. Sustainability tidak boleh hanya menjadi jargon, melainkan harus embedded sejak awal proses perencanaan, jelas Menko AHY. 


Mengingat ancaman krisis iklim, cuaca ekstrem, dan bencana alam, Indonesia mutlak membutuhkan pendekatan Smart Engineering yang memiliki daya tahan tinggi. Dalam paparannya, Menko AHY tak hanya berhenti pada tantangan, tapi juga menawarkan solusi konkret melalui tiga langkah strategis


Pertama pengembangan spasial dan infrastruktur terintegrasi. Ini tentang menata ruang dengan cerdas, memastikan investasi tidak terpecah-pecah dan tetap berkelanjutan. Modernisasi perencanaan spasial serta pemanfaatan data geospasial menjadi ujung tombak dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat.


Kedua digitalisasi dan ekosistem infrastruktur pintar. Era teknologi tak bisa dihindari. Kecerdasan artifisial, big data, sensor jarak jauh, dan digital twin akan berperan besar dalam meningkatkan tata kelola, efisiensi operasional, keselamatan, dan tentunya, mengurangi emisi. Engineering masa depan bukan hanya tentang pembangunan fisik, melainkan juga penguatan data, pemikiran sistem, dan kapasitas manusia," ungkapnya.


Ketiga adalah penguatan modal manusia dan kepemimpinan teknologi berkelanjutan.Teknologi canggih tak akan berarti tanpa manusia hebat di belakangnya. Transformasi, kata Menko AHY, membutuhkan SDM yang kompeten, beretika, multidisipliner, dan berwawasan global. Investasi pada pendidikan, standar profesional, pembelajaran berkelanjutan, serta pemberdayaan insinyur muda dan perempuan adalah kunci keberhasilan.


Menko AHY juga tak lupa menyoroti dinamika global yang memengaruhi arah pembangunan nasional. Situasi dunia yang penuh ketidakpastian, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah, menjadi pengingat betapa krusialnya memperkuat kemandirian bangsa.


Ketidakpastian global memberikan dampak langsung pada ketahanan energi dan ekonomi. Karena itu, mandat Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, kita harus fokus mengawal kemandirian pangan, kemandirian energi, serta kedaulatan air atau water security sebagai kebutuhan fundamental masyarakat,” ujarnya. 


Dalam konteks inilah, infrastruktur memegang peran vital. Bukan sekadar jalan atau jembatan, melainkan instrumen utama untuk membangun kemandirian bangsa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.


Mengakhiri sambutannya, Menko AHY mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan forum WED 2026 sebagai momentum emas. Mari kita jadikan momentum ini untuk saling bertukar pikiran dan mempercepat adaptasi teknologi terapan terkini demi pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan, pungkasnya, menutup sesi dengan harapan kolaborasi global dan sinergi lintas sektor akan melahirkan infrastruktur cerdas dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar