- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Perkebunan, Sektor Menjanjikan di Kota Metropolitan Semarang

Detik, Semarang, - Kota Semarang, Jawa Tengah merupakan salah satu kota metropolitan yang industrinya berkembang. Namun siapa sangka ternyata pertanian dan perkebunan di ibu kota Jawa Tengah itu tetap menjanjikan dengan hasil kualitas yang baik.
Lahan pertanian di Kota Semarang jika digabung, memiliki luas 2.700 hektar. Mayoritas merupakan lahan pertanian, sedangkan lahan perkebunan tercatat ada 35,6 hektar yang terbagi ke 12 daerah antara lain Kebun Purwosari, Kebun Bubakan, Kebun Wates, Kebun Gunungpati, Kebun Cepoko, Kebun Nongko Sawit, Kebun Kramas, Kebun Tambangan, Kebun Cangkiran, dan Kebun Wonosari.
Dinas Pertanian Kota Semarang berusaha membantu sektor perkebunan yang bisa membantu perekenomian warga karena ternyata kualitas buah yang dihasilkan cukup baik. Kini sudah ada 1.543 pohon kelengkeng, 292 pohon durian, 1.801 pohon jambu, 138 pohon jambu air, 163 pohon sirkaya, 847 pohon sirsak madu, dan 34 pohon rambutan yang ditanam di perkebunan tersebut.Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyempatkan memanen kelengkeng yang menjadi salah satu komoditas perkebunan di Kota Semarang dalam Panen Raya di kebun Cepoko, Kecamatan Gunungpati.
Baca Lainnya :
- Buat Program Gema Pamili, Banyuwangi Berupaya Wujudkan Kemandirian Pangan0
- Pedagang Makanan-Minuman Senang Penetapan Harga Gula Rp 12.500 Per Kg0
- Bisnis Impor Daging di RI Menggiurkan, Ini Alasannya0
- KPPU Dorong Pemerintah Realisasikan Impor Sapi sebanyak 318.000 Ekor0
- RI Punya Lahan Potensial untuk Kedelai dari Aceh Hingga Sulsel0
"Saya bangga dengan warga Cepoko yang telah menjalankan usaha budi daya ini. Meskipun wilayahnya merupakan daerah pengembangan namun warganya punya keinginan untuk memajukan daerahnya," kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu, Rabu (1/2/2017).
Hendi menambahkan, sektor perkebunan memang kontribusinya masih kecil, namun melihat hasil yang baik, sektor tersebut berpotensi semakin besar."Budi daya buah di wilayah ini saya pikir sudah berhasil. Rasa syukur sebagai warga Gunungpati ini harus diwujudkan dengan semangat, swadaya untuk ikut membangun wilayah Gunungpati menjadi lebih baik," tandasnya.
Dalam pelaksanaan perkebunan di Kota Semarang, Dinas Pertanian berperan mengembangkan teknologi dan penyedia benih, pupuk, dan air. Hasil dari pembudidayaan buah tersebut diberlakukan bagi hasil dengan pembagian 70 persen untuk para petani dan 30 persen masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

