- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Pengembangan Pertanian Perbatasan di NTT

Kupang - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bersama dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Lebu Raya, melaksanakan panen raya jagung hibrida varetas Srikandi Putoh di desa Kenebibi, Kabupaten Belu, NTT (14/3). Mentan juga didampingi Bupati Malaka, Stefanus Briaseran, Bupati Belu, Willy Broduslay dan Perwakilan DPD II NTT Ibrahim Agustinus Medah.
Mentan dalam sambutannya menghimbau kepada petani di Belu dan Malaka agar memanfaatkan lahan tidur untuk ditanami jagung. Mentan bahkan menargetkan penanaman jagung seluas 50.000 Ha di Malaka dan 25.000 Ha di Belu.
"Jangan ada sejengkal lahan tidur yang tidak termanfaatkan," ujar Mentan.
Baca Lainnya :
- Limbah Sawit jadi Bahan Bakar, Warsi: Bukan Alasan Ekspansi Lahan0
- Pengusaha Perikanan Jelaskan Alasan Kontribusi Pajaknya Minim0
- Ketimpangan di Sektor Pertanian Pengaruhi Ketimpangan Sosial0
- Pemerintah Serahkan 800 Ribu Ha Lahan Hutan untuk Dikelola Masyarakat0
- Budi Daya Kambing Etawa lebih Menguntungkan0
Gubernur NTT pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sejak tahun 2008 sudah dicanangkan NTT sebagai Propinsi Jagung. Hal ini dikarenakan semangat masyarakat NTT untuk budidaya jagung. Harapannya agar pasar untuk jagung tetap terjaga karena ini sebagai motivasi masyarakat untuk meningkatkan produksi.
NTT dikenal sebagai salah satu propinsi penghasil jagung terbesar se-Indoesia. Tahun 2014, total produksi jagung di NTT sebesar 647.108 ton sedangkan tahun 2015 sebesar 685.081 atau mengalami peningjatan sebesar 5.87 %. Dan hingga triwulan 2017, total produksi telah mencapai 680.000 ton. Dengan demikian NTT secara konsisten mampu menjaga peningkatan produksi dari tahun ke tahun.
Selain panen simbolik, Mentan juga menyerahkan bantuan untuk petani Jagung di Belu dan Malaka berupa benih, traktor, pompa air, dan kultivator.
Pada kesempatan itu pula, Mentan mengunjungi Motaain sebagai salah satu wilayah perbatasan Indonesia dan juga jalur distribusi ekspor. Sehingga NTT harus mampu mengekspor jagung, bawang merah, kacang tanah dan kacang hijau ke Timor Leste.
“Tiga bulan ke depan kita canangkan untuk ekspor jagung, bawang merah dan kacang ke Timor Leste. Saat ini kita mulai tanam,” tegas Mentan.
Sumber: www.pertanian.go.id
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

