Logo Porosbumi
09 Jul 2026,
09 July 2026
LIVE TV

Pefindo Ingatkan Penerbitan Obligasi Hadapi Biaya Tinggi

abdul aziz 08 Jul 2026, 18:52:47 WIB
Pefindo Ingatkan Penerbitan Obligasi Hadapi Biaya Tinggi
Direktur Pemeringkatan Pefindo, Hendro Utomo -PORI

JAKARTA- Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai penerbitan surat utang korporasi atau obligasi  masih akan menghadapi tantangan biaya dana tinggi. Pasalnya, kebijakan Bank Indonesia  telah menaikan suku bunga acuannya guna redam gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Bank Indonesia terakhir menaikan suku bunga acuannya ke level 5,75 persen pada pertengahan Juni 2026. Pefindo memandang BI masih berpeluang mengulangi kebijakan serupa.

Dampaknya, yield SBN 5 dan 10   tahun naik ke level 7,5 persen persen akhir Juni 2026. SRBI pun tak kalah menarik dengan yield 7,75 persen untuk tenor 1 tahun per akhir Juni 2026.

“Realisasi kupon obligasi semester I 2026 memang mencerminkan pengaruh dari kenaikan benchmark. Dan biaya dana berapa peringkat  sudah berada diatas rata rata suku bunga pinjaman sehingga emiten lebih menerbitkan obligasi,”jelas Direktur Pemeringkatan Pefindo, Hendro Utomo dalam paparan media, Rabu(8/7/2026).

Ia menilai dinamika tersebut perlu menjadi perhatian bagi emiten dalam menerbitkan surat utang kedepannya. Karena emiten perlu membanding dengan pilihan pendanaan lain seperti pinjaman perbankan.

“Dengan era kenaikan suku Bunga maka pendanaan melalui obligasi jadi kurang kompetetif karena bagi emiten mereka harus bayar bunga atau biaya pendanaan lebih tinggi,”ingat Hendro.

Hendro bilang pembiayaan melalui kredit perbankan akan lebih menarik bagi emiten penyandang peringkat efek idA ke bawah.

“Apalagi investor lebih selektif terhadap penerbit obligasi dengan peringkat idA ke atas. Sehingga penerbitan dari peringakt efek lebih rendah tetap terbatas,” papar Hendro.

Sebagai catatan sepanjang semester I 2026 rata rata kupon tenor 1 tahun peringkat AAA berada di level 5 persen, tenor 3 dan 5 tahun berada di level 6 persen. Untuk peringkat AA rerata kupon 1 tahun 4.75 persen, tenor 3 tahun 6 persen dan tenor 5 tahun berada di level 6,5 persen.

Sedangkan rerata kupon peringkat A untuk tenor1 tahun berada di level 8 persen, tenor 3 tahun 8,5 persen dan tenor 5 tahun 8,75 persen. Adapun kupun rerata peringkat BBB  untuk tenor 1 tahun 9 persen, tenor 3 tahun 10,75 persen  persen dan tenor 5 tahun 11 persen.

Namun demikian dia mencatat ada berapa faktor penerbitan surat utang tetap akan menjadi pilihan perusahaan terutama kebutuhan pembiayan berulang.

“Kami mencatat nilai obligasi dan Sukuk yang jatuh tempo pada semester II 2026 mencapai Rp107,5 triliun. Ditambah  fenomena investor yang mencari alternatif imbal hasil di tengah tertekannya pasar saham,” terang dia.

Hendro bilang penerbitan obligasi selama semester I 2026 mencapai Rp87,35 triliun atau turun 3,9 persen dari periode sama tahun 2025 yang tercatat Rp90,9 triliun. Tapi dia menakar penerbitan obligasi sepanjang tahun 2026  berkisar Rp154,00 – Rp196,86 triliun, dengan titik tengah Rp175,77 triliun.

“Pefindo saja masih memegang mandat memeringkat obligasi yang akan diterbitan senilai Rp50,8 triliun per 30 Juni 2026.” Pungkas dia.

 

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```