Panggung Hijau di Tengah Euforia, XLSMART Sulap Konser Jadi Ajang Zero Waste Berkelanjutan
Pengelolaan sampah dalam acara ini dirancang sejak tahap perencanaan

By Yani Andriyansyah 28 Feb 2026, 19:12:10 WIB Lingkungan
Panggung Hijau di Tengah Euforia, XLSMART Sulap Konser Jadi Ajang Zero Waste Berkelanjutan

Riuh lampu panggung, dentuman musik, dan lautan penonton, larut dalam sebuah euforia. Di balik gemerlap Ultraverse Festival yang digelar serentak di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar, ada cerita lain yang tak kalah penting, bagaimana sebuah konser berskala besar bisa tetap ramah lingkungan. Melalui ajang ini, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk menegaskan bahwa komitmen keberlanjutan bukan sekadar jargon korporasi. Di hadapan sekitar 25.000 penonton, perusahaan ini membuktikan bahwa hiburan dan tanggung jawab lingkungan bisa berjalan beriringan.


Ultraverse Festival bukan hanya momentum peluncuran XL Ultra 5G+, tetapi juga laboratorium praktik ESG (Environmental, Social, and Governance) yang konkret. Di tiga kota penyelenggaraan, pengelolaan sampah dirancang sejak tahap perencanaan, bukan sekadar dibersihkan setelah acara usai. Hasilnya cukup mencolok. Sebanyak 1.754 kilogram sampah berhasil dialihkan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 


Lebih dari itu, festival ini turut menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 6.600 kilogram COe—angka yang setara dengan sekitar 700.000 kali pengisian daya smartphone atau perjalanan mobil sejauh 33.000 hingga 40.000 kilometer. Angka-angka itu memberi gambaran betapa besar potensi dampak sebuah konser setengah hari, yang secara rata-rata bisa menghasilkan hingga 12.500 kilogram sampah. Tanpa pengelolaan serius, jejak lingkungannya tentu tak kecil.

Baca Lainnya :


Di Jakarta, konsep Zero Waste to Landfill diterapkan bersama Waste4Change. Artinya, hampir seluruh timbulan sampah diupayakan tidak berakhir di TPA. Strateginya menyeluruh, pengurangan dari sumber, pemilahan langsung di lokasi, pemanfaatan kembali, daur ulang, hingga konversi residu menjadi energi.




Pendekatan ini memastikan sampah tidak tercampur sejak awal. Botol plastik, kemasan makanan, hingga material promosi dipilah dan diproses sesuai kategorinya. Sebuah langkah kecil di tangan penonton, namun berdampak besar di hilir pengelolaan.

Beda kota, beda juga fokusnya. Di Surabaya, pendekatan Reduce Waste to Landfill diterapkan. Pengurangan sampah dimulai sejak desain acara, meminimalkan material sekali pakai, mengoptimalkan penggunaan ulang, dan memperkuat sistem daur ulang. Tujuannya jelas, menekan volume sampah yang harus dibuang, sekaligus mendukung ekonomi sirkular.


Sementara di Denpasar, perhatian tertuju pada limbah makanan. Venue ATLAS telah bermitra dengan Z Bio untuk mengolah sisa makanan terpilah menjadi pakan ternak dan pupuk organik. Limbah yang biasanya terbuang kini kembali ke tanah, mendukung petani lokal dan praktik pertanian regeneratif.Model ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tak berhenti di angka pengurangan, tetapi berlanjut menjadi nilai tambah bagi masyarakat sekitar.


Bagi XLSMART, langkah ini bukan eksperimen pertama. Sebelumnya, pendekatan serupa telah diterapkan dalam AXIS Nation Cup 2025 dengan pengumpulan 4.200 kilogram sampah sepanjang acara. Konsistensi inilah yang memperkuat reputasi perusahaan di mata pelanggan dan mitra.


Kolaborasi lintas pihak mulai dari Waste4Change hingga Z Bio menjadi kunci. Tanpa sinergi, sulit membayangkan konser simultan di tiga kota dapat berjalan dengan standar pengelolaan sampah yang terukur dan dapat direplikasi. Ultraverse Festival akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan musik dan teknologi 5G. Tetapi menjadi simbol bahwa industri telekomunikasi pun dapat memimpin praktik penyelenggaraan event berkelanjutan di Indonesia. Di tengah gemuruh tepuk tangan dan sorak penonton, ada satu pesan yang bergema lebih lama, masa depan industri tak hanya ditentukan oleh kecepatan jaringan, tetapi juga oleh tanggung jawab terhadap bumi.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment