Logo Porosbumi
26 Mei 2026,
26 May 2026
LIVE TV

Pacu Pertanian di Rimbo Tinggi, Mahasiswa Universitas Andalas Hadirkan Pompa Air Tenaga Surya

PorosBumi 26 Mei 2026, 14:42:55 WIB
Pacu Pertanian di Rimbo Tinggi, Mahasiswa Universitas Andalas Hadirkan Pompa Air Tenaga Surya

HAMPARAN ladang bawang di Rimbo Tinggi, Jorong Galagah, Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, perlahan mulai mencuri perhatian banyak pihak. Tidak hanya karena bentang alam dan luasnya area pertanian, tetapi juga karena semangat petaninya dalam membuka diri terhadap inovasi teknologi pertanian modern.

Komitmen itu terlihat saat Fakultas Teknologi Pertanian (Tekper) Universitas Andalas (UNAND) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Senin (25/5/2026), dengan menghadirkan implementasi teknologi pompa air tenaga surya untuk mendukung ketahanan air pertanian bawang di kawasan tersebut.

Kegiatan yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan Kelompok Tani Kumbang Jantan itu diawali dengan sambutan dari Prof Dr Ir Rusnam MS selaku perwakilan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas.

Mengusung tema “Implementasi Teknologi Pompa Air Tenaga Surya untuk Mendukung Ketahanan Air Pertanian Bawang di Nagari Alahan Panjang Kabupaten Solok,” program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemanfaatan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Di tengah kondisi pertanian dataran tinggi yang sangat bergantung pada ketersediaan air, penggunaan pompa air tenaga surya dinilai mampu menjadi solusi pengairan yang lebih efisien, hemat energi, dan berkelanjutan bagi petani bawang di Alahan Panjang.

Pembina Kelompok Tani Kumbang Jantan, Nofrins, mengatakan perkembangan Rimbo Tinggi hingga mulai dikenal berbagai kalangan tidak terlepas dari kolaborasi dan hubungan baik yang selama ini dibangun bersama banyak pihak.

Menurutnya, kawasan pertanian bawang di Rimbo Tinggi kini mulai sering dikunjungi untuk melihat langsung potensi pertanian yang dimiliki daerah tersebut.

“Banyak yang datang ke Rimbo Tinggi untuk melihat area ladang bawang yang luas. Mereka juga ingin membantu bagaimana hasil produksi petani bisa terus meningkat,” ujarnya.

Nofrins berharap Rimbo Tinggi nantinya tidak hanya dikenal sebagai sentra bawang, tetapi juga menjadi kawasan percontohan pertanian modern bagi petani lainnya di Sumatera Barat.

“Harapannya, Rimbo Tinggi bisa menjadi contoh baik bagi semua petani,” katanya. Potensi kawasan pertanian Rimbo Tinggi bahkan mulai menarik perhatian akademisi internasional.

Nofrins menyebut, salah seorang dosen Universitas Andalas menyampaikan rencana menghadirkan peserta seminar internasional ke kawasan tersebut dalam agenda pengabdian masyarakat berskala global.

Seminar internasional yang dijadwalkan berlangsung di Padang pada Oktober mendatang itu diperkirakan menghadirkan keynote speaker dari berbagai negara seperti Jepang, Thailand, hingga India. “Nantinya akan dicoba dibuat pengabdian internasional dan para peserta akan diajak langsung ke Rimbo Tinggi,” ujarnya.

Kehadiran teknologi pompa air tenaga surya di Rimbo Tinggi menjadi gambaran bagaimana kolaborasi perguruan tinggi dan petani dapat membuka jalan bagi lahirnya pertanian masa depan yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing dari daerah. (jefli)

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```