- Menko Pangan Dorong Aktivasi Koperasi di Candirenggo Sebagai Simpul Pangan dari Kelurahan
- Di Tengah Krisis Iklim, Norwegia Tekan Angka Deforestasi hingga Mendekati Nol
- Karbon Biru, Harta Karun Ekologis dari Pesisir untuk Masa Depan Bumi
- Di Balik Sunyi Pengabdian, Menjaga Amanah Merawat Kepercayaan
- Sensus Burung Air Serentak di Tiga Kawasan Pesisir Jakarta
- Siapa Bilang Anak Muda Ogah Terjun Jadi Petani, Kelompok Asal Sambas Ini Buktinya
- Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia, Jaring Anak Muda Berprestasi
- 53 Kelompok Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif ke AS
- WALHI: RUU Daerah Kepulauan Jangan Jadi Payung Baru Ketidakadilan Sosial–Ekologis
- Penjual Sayur Ini Sumbang Rp5,3 Miliar untuk Perpustakaan, Layanan Kesehatan dan Panti Asuhan
Menko Pangan Dorong Aktivasi Koperasi di Candirenggo Sebagai Simpul Pangan dari Kelurahan
Koperasi di Candirenggo disiapkan menjadi penjaga pangan

Keterangan Gambar : Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung kesiapan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Candirenggo, Selasa (24/2/2026). (dok.kemenkopangan)
Suasana di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, terasa sedikit berbeda, pagi itu. Di antara deretan rumah warga dan aktivitas pasar yang mulai menggeliat, sebuah bangunan gerai koperasi berdiri rapi, lengkap dengan gudang di bagian belakangnya. Di sanalah Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung kesiapan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Candirenggo, Selasa (24/2/2026).
Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah tengah mendorong koperasi di tingkat kelurahan menjadi simpul distribusi pangan sebagai titik temu antara pasokan dan kebutuhan warga. Harapannya sederhana, tetapi dampaknya besar, barang tersedia, harga terkendali, dan ekonomi lokal bergerak.
Baca Lainnya :
- Di Tengah Krisis Iklim, Norwegia Tekan Angka Deforestasi hingga Mendekati Nol0
- Karbon Biru, Harta Karun Ekologis dari Pesisir untuk Masa Depan Bumi0
- Di Balik Sunyi Pengabdian, Menjaga Amanah Merawat Kepercayaan0
- Siapa Bilang Anak Muda Ogah Terjun Jadi Petani, Kelompok Asal Sambas Ini Buktinya 0
- Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia, Jaring Anak Muda Berprestasi 0
Secara administratif, KKMP Candirenggo tak lagi setengah jalan. Legalitas telah lengkap. Gerai dan gudang sudah berdiri. Rekening operasional pun aktif. Di atas kertas, fondasinya kokoh. Namun di lapangan, roda usaha belum sepenuhnya berputar. Furnitur gerai belum tertata, kendaraan distribusi belum tersedia, dan serah terima bangunan kepada pengurus koperasi masih menunggu proses akhir. Artinya, koperasi ini tinggal selangkah lagi untuk benar-benar hidup.
“Koperasi Kelurahan Merah Putih harus menjadi simpul distribusi pangan yang aktif dan produktif di tingkat masyarakat,” ujar Zulkifli Hasan di sela peninjauan seraya menegaskan, percepatan aktivasi menjadi kunci agar manfaat ekonomi bisa segera dirasakan warga.
Saat ini, KKMP Candirenggo telah menghimpun 162 anggota. Jumlah yang terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat. Meski operasional belum optimal, warga mulai merasakan dampak awal, akses sembako dengan harga lebih bersahabat. Volume transaksi memang masih terbatas. Tetapi langkah awal sudah diambil. Koperasi telah menggandeng mitra grosir tingkat pertama untuk menjaga pasokan dan menekan harga. Strategi ini penting agar koperasi tidak sekadar menjadi etalase, melainkan benar-benar pemain dalam rantai distribusi.
Gerai ini tak hanya akan menjual beras, gula, dan minyak goreng. Ke depan, layanan distribusi LPG 3 kilogram tengah diproses. Layanan BRILink pun sudah berjalan terbatas, memberi kemudahan transaksi keuangan bagi warga sekitar. Yang menarik, KKMP Candirenggo juga mulai masuk dalam rantai pasok program MBG/SPPG sebagai pemasok. Artinya koperasi ini diproyeksikan menjadi bagian dari sistem distribusi pangan yang lebih luas dan terintegrasi, bukan hanya melayani kebutuhan internal anggota.
Di balik optimisme itu, ada pekerjaan rumah yang tak kalah penting, tata kelola. Rapat Anggota Tahunan (RAT) belum digelar, dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) tentu menunggu usaha berjalan stabil. Pemerintah menekankan bahwa koperasi tak cukup hanya aktif, tetapi juga harus sehat, transparan, dan akuntabel. Fase konsolidasi ini menjadi momen krusial. Jika fondasi manajemen diperkuat sejak awal, koperasi bisa tumbuh berkelanjutan dan tidak sekadar euforia sesaat.
Kehadiran Menko Pangan di Candirenggo menegaskan satu hal, koperasi kembali ditempatkan sebagai instrumen strategis dalam sistem distribusi pangan nasional. Pemerintah ingin koperasi tidak hanya hadir sebagai papan nama dan badan hukum, melainkan benar-benar menjadi penggerak ekonomi rakyat.
Di tingkat kelurahan, peran itu terasa nyata. Gudang yang terisi, rak-rak yang tertata, dan transaksi yang berjalan lancar bukan sekadar aktivitas dagang. Di baliknya ada stabilitas harga, kepastian pasokan, dan daya beli masyarakat yang terjaga. Candirenggo mungkin hanya satu titik kecil di peta Indonesia. Namun jika model ini berjalan efektif dan direplikasi, koperasi bisa kembali menjadi simpul penting, menjaga pangan tetap dekat dengan rakyat, dan ekonomi tetap berdenyut dari bawah.
.jpg)
1.jpg)

2.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

