- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Komite IV DPD RI Minta Anggaran Operasional BPI Danantara Lebih Efisien

Keterangan Gambar : Kantor Lama BPI Danantara _Porosbumi
JAKARTA- BPI Danantara diminta untuk menjalankan organisasinya lebih efisien
dan efektif dan menjalani tata kelola perusahaan terbaik.
Ketua Komite IV DPD RI, Ahmad
Nawardi mendengar satu unit bagian BPI
Danantara memiliki anggaran operasional mencapai Rp300 miliar per tahun. Nilai itu belum
unit yang lain.
“ Kami mohon penjelasannya selaku
Pak Purbaya ( Red- Menkeu) selaku pengawas BPI Danantara. Angka ini juga
melampaui angka annggaran operasional kementerian, padahal BPI Danantara belum
terbukti meningkatkan kinerja BUMN, mengapa BPI Danantara memulai langkahnya
dengan pemborosan, “ tekan Ahmad dalam rapat kerja Komite IV DPD RI di Jakarta
pada tanggal 3 Oktober 2025.
Baca Lainnya :
- BPS Umumkan Oktober 2025 Terjadi Inflasi 2,86 Persen0
- Adu Cepat Penyaluran Kredit Rentan Terjadi Side Streaming0
- Bank Syariah Harus Capai Rasio Kewajiban Jangka Pendek 100 Persen0
- Laba Telkom Amblas 10 Persen Jadi Rp15,7 Triliun Akhir September 20250
- 40% Petani Sawit Hadapi Tantangan Ketertelusuran dan Sertifikasi di Tengah Kewajiban Kepatuhan EUDR0
Ia juga mendengar dari konstituenya, BPI Danantara bekerja sangat lambat
melebihi birokrasi.
“Saking lambatnyta, Dirut Agrinas Pagan Nusantara (red- Joao Angelo De Sousa Mota) mengundurkan diri karena merasa kinerja terhambat akibat birokrasi di
BPI Danantara. Jadi apa gunanya BPI Danantara kerjanya lambat dan seakan mengambil
hak daerah,” tegas dia.
Sebagai pembanding, Ahmad mengutip data lima tahun lalu pengelolaan BUMN
ke belakang masih dalam naungan kementerian
dengan anggaran sangat ramping Rp200 miliar per tahun.
“ Tapi berhasil mendongkrak pendapatan 50 persen, ini bentuk bukti good governance dampak biaya rendah tapi
dampaknya nyata.
Dalam kesempatan itu dia juga mengingatkan Menkeu selaku pengawas agar aset
yang kelola BPI Danantara dapat secara proposional meningkatkan Tranfer Ke
Daerah dan Dana Bagi Hasil sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Hubungan Keuangan
Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
Dia mengingatkan Dana Bagi Hasil (DBH)
dan Dana Transfer ke Daerah salah satunya berasal dari PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), kontributor
terbesarnya dari dividen BUMN.
“Pengelolaan dividen BUMN sekarang di kelola langsung oleh BPI Danantara.
Ada hak daerah di Danantara. Danantara
diawasi oleh Menkeu. “ tutur dia.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

