- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kemtan kembangkan ayam kampung unggul

JAKARTA. Balai Penelitian Ternak Kementrian Peternakan (Kemtan) meluncurkan komoditas ayam kampung pedaging unggul. Varietas ayam lokal pedaging ini memiliki keungulan dalam hal bobot tubuh dibandingkan ayam lokal non unggul dan relatif lebih tahan terhadap penyakit.
Penelitian varietas ayam lokal unggulan ini dilakukan merespons kebutuhan dan permintaan yang tinggi terhadap bibit ayam kampung unggul.
Kepala Balai Penelitian Peternakan Suharsono mengatakan, bibit ayam unggulan ini bisa mencapai berat 1 kilogram (kg) dalam 10 minggu, dengan catatan konsumsi pakan sebenyak 2,7-3,2 kg per ekor.
Baca Lainnya :
- Begini cara mengubah sampah jadi pakan ikan0
- Harga CPO dipapas proyeksi banjir suplai0
- Harga Gabah Jatuh karena Hujan Berkepanjangan0
- Duka Petani, 1.200 Ha Tanaman Bawang di Brebes Rusak Kena Banjir0
- Distribusi Kebutuhan Pokok Tak Terganggu Musim Hujan0
Ia mengatakan, untuk pengembangan ayam lokal unggulan ini, pihaknya bekerja sama dengan enam perusahaan ternak lokal yang ada di Bogor,Sukabumi, Lampung dan Yogyakarta untuk memproduksi bibit ayam unggulan tersebut.
"Kami menargetkan total produksi bisa mencapai 100.000 ekor DOC per minggu," ujarnya, Selasa (21/2).
Untuk pengembangan bibit ayam lokal unggulan ini, Suharsono membuka peluang masuknya investor. Sebab, peluang pengembangan ayam lokal unggul masih sangat besar di Indonesia.
Ia meyakini investor yang tertarik memproduksi DOC ayam lokal unggul ini, akan mendapatkan keuntungan yang besar. Menurut hitungannya, untuk memelihara 1.000 ekor ayam di kandang seluas 200 meter persegi, cukup dengan investasi Rp 10 juta.
sumber : kontan.co.id
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

