- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kaltara Rancang Kawasan Industri Kecil Desa

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) merancang Kawasan Industri Kecil Desa, yang bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, sesuai dengan kondisi geografis wilayahnya.
Kawasan Industri Kecil Desa ini, seperti dikatakan Kepala Bidang Ekonomi DPMD Kaltara, Omsar Matondang, bertujuan untuk memfokuskan produk dari Sumber Daya Alam (SDA) yang ada dari masing masing desa.
Omsar Matondang mengatakan, pembangunan Kawasan Industri Kecil Desa ini terdiri dari kawasan desa perbatasan, kawasan desa pedalaman, kawasan desa pesisir, dan kawasan desa aliran sungai. Pembagian zona tersebut bertujuan agar DPMD dapat lebih fokus merancang program yang tepat guna di Kawasan Industri Kecil Desa tersebut, seperti di perbatasan bisa diberikan program perkebunan rakyat, di pedalaman bisa diberikan program keahlian kerajinan dan pengolahan hasil hutan, di kawasan pesisir bisa dengan pengolahan hasil tangkapan, begitupun dialiran sungai bisa mengoptimalkan budidaya ikan dan ternak.
“Pembangunan Kawasan Industri Kecil Desa ini dibagi berdasarkan zona zona tertentu, dengan adanya zona tersebut, kita akan lebih mudah mendorong program pertumbuhan industri ekonomi disana,” jelas Omsar.
Dikatakan, untuk saat ini Kawasan Industri Kecil Desa masih dalam tahap pencarian rekanan untuk studi kelayakan. Omsar mengatakan saat ini sedang memilih Universitas mana yang akan dijadikan tim ahli studi kelayakan. Pada tahap studi kelayakan sendiri akan dilakukan penelitian terkait analisis potensi SDA, kondisi sosial budaya masyarakat, sarana dan prasarana, perkembangan ekonomi dan keadaan ekologi. “Saat ini kita sedang bangun komunikasi dengan beberapa universitas untuk bekerjasama dibidang penelitian tersebut,” terang Omsar.
Dia berharap dengan dibangunnya Kawasan Industri Kecil Desa ini dapat berimplikasi terhadap penyelesaian berbagai masalah ekonomi yang ada. Di mana selama ini dijelaskan Omsar, karena minimnya pendidikan dan pengetahuan masyarakat desa, potensi SDA yang ada tidak bisa dieksplorasi maksimal. Belum lagi mayoritas masyarakat yang kurang mengerti tentang sistem pemasaran membuat apa yang mereka olah hanya untuk kalangan sendiri saja.
“Diharapkan saat program ini terealisasikan, masyarakat dapat menciptakan industri kecil dengan menggunakan SDA yang ada. Selain itu juga hasilnya dapat dipasarkan dengan baik,” tambah Omsar.
sumber : korankaltara.com
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

