- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
DWP Kemenkop dan LPDB Gelar Sosialisasi Perkoperasian dan Akses Pembiayaan Dana Bergulir di Cirebon
CIREBON - Dharma Wanita Persatuan (DWP)
Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)
menggelar kegiatan Sosialisasi Perkoperasian dan Akses Pembiayaan Dana Bergulir
di Kota Cirebon. Tujuannya, agar lebih banyak lagi pelaku UKM yang berkoperasi
dan lebih banyak lagi koperasi yang bisa mengakses pembiayaan dari LPDB.
"Kita harus meyakini bahwa semua masalah pelaku UKM
akan bisa diselesaikan lewat koperasi. Misalnya, terkait permodalan, kualitas
produksi, hingga pemasaran," kata Penasehat DWP Kemenkop Dina Budi Arie
Setiadi (istri Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi), pada acara sosialisasi di
Kota Cirebon, Kamis (23/1).
Di depan puluhan pelaku UKM yang rata-rata sudah menjadi
anggota koperasi, Dina Budi Arie kembali menegaskan akan banyaknya manfaat dan
keuntungan yang bisa diperoleh sebagai anggota koperasi. "Kita bisa saling
membantu dan kongkrit menerapkan ekonomi kerakyatan," kata Penasehat DWP
Kemenkop.
Baca Lainnya :
- Bersama Menteri PU, Mendes Akan Tuntaskan Jalan Rusak di Desa-Desa Tertinggal0
- Kick Off Hari Desa, Mentan Ajak Kades Seluruh Indonesia untuk Jaga Ketahanan Pangan0
- Tak Ada Impor Pangan 2025, Mendes: Peluang Besar Untuk Kemajuan Desa0
- Dorong UMKM Naik Kelas, Telkom University Gandeng Bappeda Gelar Pelatihan Digital0
- Wamenkop Dukung Penguatan Koperasi Batik Hadapi Serbuan Impor Tekstil0
Dina Budi Arie berharap kegiatan seperti ini bisa
meningkatkan jumlah anggota koperasi, khususnya dari kalangan pelaku usaha.
"Selain itu, pelaku usaha juga bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas
usahanya melalui koperasi," ucap Dina Budi Arie.
Sementara itu, Direktur Umum dan Hukum LPDB Oetje Koesoema
Prasetia menjelaskan bahwa gelaran kegiatan sosialisasi dan Bimtek dari LPDB
bersama Kemenkop merupakan bentuk dukungan terhadap program-program Kemenkop.
"Kalau koperasi sudah bagus dari sisi tata kelola
keuangan, manajemen, dan lainnya, akan mendapatkan pembiayaan dari LPDB. Itu
mindset yang harus dibangun di kalangan koperasi," kata Oetje.
Dalam Bimtek, lanjut Oetje, akan dipaparkan terkait tata
kelola koperasi, bila bagus maka pemerintah akan memberi semacam reward, yaitu
akses pembiayaan LPDB dengan bunga murah.
Di samping itu, Oetje mengatakan bahwa LPDB juga memiliki
program inkubator khusus koperasi, yang sudah bergulir sejak 2023.
"Mindsetnya, kalau bisa masuk program LPDB tersebut, berarti inkubator
koperasinya bagus. Karena, kita memang menerapkan syarat dan ketentuan yang
sangat ketat," ucap Oetje.
Dalam kesempatan yang sama, Sekda Kota Cirebon Iing Daiman
menyebutkan bahwa pihaknya kini sudah memiliki MALL UKM yang dikelola koperasi.
"MALL UKM itu singkatan dari Melayani Anda Lewat Layanan UKM," kata
Iing.
Di dalam MALL UKM tersebut, berisikan produk-produk khas
dari pelaku UKM dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Pangandaran, dan lainnya.
"Jadi, MALL ini intinya berfungsi untuk memberdayakan produk-produk dari
pelaku UKM," terang Sekda Kota Cirebon.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

