- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Dukungan Danantara Perkuat Akselerasi Pemulihan Krakatau Steel

JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/(IDX: KRAS) telah sukses menggelar Public Expose secara daring pada Selasa (25/11). Disampaikan bahwa Perseroan terus melakukan langkah pembenahan melalui peningkatan efisiensi produksi, optimalisasi rantai pasok, penguatan tata kelola, serta restrukturisasi bisnis.
Sejalan dengan langkah tersebut, dukungan dari Danantara menjadi katalis yang memungkinkan Krakatau Steel meningkatkan utilisasi fasilitas produksi, stabilitas pemenuhan kebutuhan bahan baku, percepatan siklus produksi, serta penguatan daya saing harga dan delivery terhadap kebutuhan pelanggan.
Komitmen Danantara bagi Industri Baja Nasional
Krakatau Steel menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Danantara, sebagai mitra strategis Pemerintah dalam program penyehatan BUMN, atas komitmen pemberian dukungan modal kerja yang signifikan untuk mendorong percepatan pemulihan kinerja Krakatau Steel.
Dukungan ini menjadi fondasi penguatan struktur finansial dan operasional Perseroan, sehingga Krakatau Steel dapat kembali berada pada jalur produktivitas dan profitabilitas berkelanjutan.
Perseroan meyakini bahwa dukungan dari Danantara sebagai wujud penguatan BUMN strategis sebagai pilar industri nasional. Juga, keberlanjutan operasional Krakatau Steel sejatinya merupakan kepentingan strategis bagi kemandirian industri baja Indonesia.
Managing Director Business-3 Danantara Asset Management, Febriany Eddy, memastikan Krakatau Steel menjadi industri strategis nasional yang perlu disehatkan dalam waktu dekat. Hal ini mengingat proyeksi terkait kebutuhan baja domestik dan regional yang terus meningkat seiring perkembangan sektor konstruksi, transportasi, dan manufaktur.
"Pertumbuhan industri baja selalu selaras dengan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, melihat industri baja tidak bisa hanya dari kondisi hari ini," ujar Febriany Eddy pada keterangan resmi, Selasa (18/11).
Menurutnya, sektor baja merupakan investasi jangka panjang. Prioritas saat ini adalah membuat industri baja BUMN lebih efisien, sehingga penyehatan Krakatau Steel dinyatakan tepat masuk pada agenda tersebut.
"Investasinya bersifat jangka panjang 10 sampai 15 tahun ke depan. You invest for tomorrow, not today. Tetapi hari ini industrinya tetap harus efisien dan efektif,” jelas Febriany Eddy.
Dukungan Danantara kepada Krakatau Steel memiliki relevansi strategis dengan agenda pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian industri nasional, mempercepat hilirisasi manufaktur dalam negeri, memastikan kedaulatan rantai pasok baja untuk pembangunan infrastruktur dan pertahanan, serta memperbesar kapasitas produksi industri strategis bangsa.
Optimistis Cetak Laba di Tahun 2025
Sejalan dengan dukungan yang diberikan oleh Danantara, Krakatau Steel telah menunjukkan komitmennya dalam melakukan pembenahan. Perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp401 miliar pada kuartal III 2025.
Krakatau Steel pun memberikan apresiasi kepada beberapa Kreditur yang telah menyetujui program Penyelesaian Kewajiban Dipercepat dengan Keringanan atau (“Haircut”), sehingga Perseroan dapat mencatatkan kinerja baik tersebut. Diketahui, haircut tahap pertama telah dilakukan pada bulan September 2025 dengan empat bank swasta.
Dari total kewajiban sebesar USD 200 juta (termasuk utang bunga dan denda), Perseroan melakukan pembayaran sebesar USD 35 juta. Dengan demikian, PTKS memperoleh discount atau haircut sekitar 82,5% dari total kewajiban tersebut. Dari transaksi ini PTKS membukukan laba haircut USD 157 Juta.
Total dari transaksi haircut ini adalah Perseroan akan membukukan laba sebesar USD 295 juta dan menurunkan kewajiban pokok restrukturisasi hingga 20% (berkurang USD 290 juta). Selain itu, transaksi ini juga memberikan penghematan beban bunga sekitar USD 3,5 juta per tahun.
“Krakatau Steel menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi menyeluruh. Tujuannya adalah agar perusahaan tidak hanya dapat keluar dari tekanan finansial, tetapi juga tumbuh sebagai perusahaan yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu mendukung pembangunan nasional,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Dengan struktur permodalan yang lebih sehat dan produktivitas yang kembali optimal, Perseroan optimis menutup tahun 2025 dalam posisi kinerja positif, sekaligus memperkuat peran Krakatau Steel dalam rantai pasok baja nasional. (end)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

