- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
AHY: Infrastruktur Berkelanjutan, Kunci Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan
.jpg)
SURABAYA – Jawa Timur memainkan peran
strategis dalam ketahanan pangan nasional dan pertumbuhan ekonomi. Sebagai
provinsi dengan kontribusi besar terhadap produksi beras, keberlangsungan
sektor pertanian sangat bergantung pada infrastruktur yang memadai. Mulai dari
konektivitas jalan hingga sistem irigasi yang efisien, pembangunan
infrastruktur menjadi faktor kunci dalam memastikan distribusi hasil pertanian
yang lancar dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Hal ini menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor)
bersama para Kepala Daerah se-Jawa Timur pada Jumat (14/3/2025). Dalam
kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan
Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), menegaskan pentingnya
percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah ini.
"Jawa Timur harus terus didorong menjadi kontributor
signifikan bagi produksi pangan nasional. Oleh karena itu, seluruh fasilitas
pendukung harus diperbaiki, teknologi pertanian harus tepat guna, dan alat-alat
pertanian harus diterapkan secara efektif di lapangan. Dengan demikian,
diharapkan produktivitas pertanian kita, baik untuk beras maupun komoditas
lainnya, dapat meningkat," ujar Menko AHY dalam pidatonya.
Baca Lainnya :
- Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Jalan Amblas di Lintas Jambi-Sumbar0
- Menko AHY: Proyek NCICD Krusial Lindungi Pesisir Utara Jawa0
- Ramai Bahas Efisiensi, Menko AHY Pilih Fokus Bekerja dan Cek Infrastruktur Berdampak Besar Untuk Rak0
- JPO I Gusti Ngurah Rai Meningkatkan Kenyamanan Penumpang dan Aksesbilitas Bandara0
- Menko AHY Dorong Digitalisasi dan Optimasi Bandara0
Lebih lanjut, Menko AHY menekankan bahwa mewujudkan
ketahanan dan swasembada pangan merupakan prioritas utama Presiden Prabowo
Subianto. Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas kementerian, seperti
Kementerian PU, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Perhubungan, untuk
memastikan infrastruktur pertanian berfungsi optimal.
"Bendungan yang dibangun harus berdampak nyata bagi
pertanian, bukan hanya berdiri tanpa koneksi ke sistem irigasi. Irigasi primer,
sekunder, dan tersier harus tersambung hingga ke sawah-sawah petani, sehingga
produktivitas meningkat. Selain ketahanan pangan, saya juga memaparkan
prioritas pembangunan infrastruktur Jawa Timur ke depan," jelasnya.
Menko AHY juga menggarisbawahi pentingnya pembangunan
infrastruktur yang sesuai kebutuhan daerah, tidak hanya berfokus pada ketahanan
pangan. Dalam Rakor tersebut, beberapa Kepala Daerah menyampaikan aspirasi
terkait perbaikan jalan, peningkatan konektivitas antarwilayah, dan mobilitas
masyarakat. Ia menegaskan bahwa perubahan iklim dan cuaca ekstrem, yang kerap
menyebabkan banjir, harus menjadi perhatian utama melalui penguatan
infrastruktur di wilayah rawan bencana.
“Harapannya, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur semakin baik,
didukung oleh infrastruktur dan konektivitas yang memperkuat ketahanan pangan.
Pada akhirnya, hal ini akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat,” pungkasnya.
Rapat Koordinasi ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator
Pangan, Zulkifli Hasan; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Wakil
Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak; Sekretaris Daerah Jatim, Adhy Karyono; Kepala
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Iwan; Kepala Dinas Pekerjaan Umum
Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja; Deputi Nazib Faizal; serta Staf Khusus
Menko AHY, Agust Jovan Latuconsina.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

