- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Wagub Jateng Dorong Pengelolaan Limbah Rumah Potong Ayam Tabarruk Kudus Jadi Percontohan
.jpg)
KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah,
Taj Yasin, meninjau instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Rumah Potong
Ayam (RPA) Tabarruk, Kabupaten Kudus, Rabu (16/7/2025). Menurutnya, pengelolaan
limbah di lokasi tersebut bisa dijadikan percontohan untuk daerah lain.
“Tadi di ujung juga bisa dipelihara ikan. Ini suatu inovasi
yang bagus harus ditiru. Kalau IPAL-nya sudah diperhatikan, saya yakin proses
produksinya juga akan lebih diperhatikan,” kata Taj Yasin, di sela tinjauan.
Ditambahkan, pengelolaan limbah yang benar, merupakan
kewajiban dalam menjaga lingkungan dari potensi kerusakan. Hal itu juga menjadi
bagian dalam memastikan jaminan makanan halal, dan kualitas proses produksinya.
Baca Lainnya :
- Serahkan 326 Akta Notaris Kopdes, Mendes Optimistis Serap Tenaga Kerja Produktif di Desa0
- Komisi V DPR RI Desak Kawasan Transmigrasi Dibebaskan Dari Kawasan Hutan0
- Desa Energi Berdikari Bergaung di Kancah Internasional 0
- Kemitraan Pemerintah-Swasta Kunci Pengembangan Kawasan Transmigrasi0
- Kolab Anak Muda dan Petani Sukses Terapkan Teknologi di Desa Energi Berdikari Pertamina0
Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, keberadaan
RPA Tabarruk, mampu menguatkan program Pemerintah Provinsi Jateng tentang
manajemen pariwisata ramah muslim, serta jaminan makanan halal. Selain itu,
menjamin lingkungan sekitar tidak tercemari karena IPAL-nya sudah diperhatikan.
Sementara itu, Direktur RPA Tabarruk, Umi Bellinda Tasan
Wartono, mengatakan, RPA yang dikelolanya telah menyerap sebanyak 180-an orang
tenaga kerja. “Produksinya sekira 25 ton (daging ayam) per bulannya,” katanya.
Dikatakan Umi, RPA juga memastikan kehalalan daging dengan
proses penyembelihan langsung pada ayam, tanpa melalui metode setrum untuk
membuat pingsan ayam sebelum disembelih.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

