- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Translokasi Badak Jawa: Upaya Nyata Selamatkan Spesies Ikonik

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan
memperkuat komitmen pelestarian satwa ikonik Badak Jawa (Rhinoceros
sondaicus) dengan melaksanakan program translokasi dari Taman Nasional
Ujung Kulon (TNUK) menuju Javan Rhino Study and Conservation Area
(JRSCA). Langkah ini menjadi strategi prioritas nasional untuk mengurangi
ancaman kepunahan spesies yang kini hanya tersisa di habitat tunggal tersebut.
Kajian ilmiah menunjukkan Badak Jawa menghadapi risiko
tinggi dengan keterbatasan daya dukung habitat, rendahnya keragaman genetik,
serta tingkat inbreeding mencapai 58,5 persen. Population
Viability Analysis (PVA) bahkan memprediksi spesies ini bisa punah dalam waktu
kurang dari 50 tahun tanpa intervensi nyata.
Translokasi dilakukan untuk membentuk populasi kedua,
memperbaiki keragaman genetik, serta menjamin keberlanjutan spesies melalui
manajemen berbasis teknologi modern seperti Assisted Reproductive
Technology (ART) dan biobanking. Program ini dilaksanakan
secara kolaboratif dengan melibatkan lembaga konservasi nasional maupun
internasional.
Baca Lainnya :
- FIFest2025 Ajang Strategis Memperkuat Budaya Memberi, Berkolaborasi dan Berkelanjutan0
- Jejak Ingatan Arsitek dan Kolektor Seni Hendra Hadiprana Dalam Pameran Retrospeksi Napak Tilas Seni0
- 15 Ribu Pohon Ditanam di Jabungan, Warga Masih Menanti Manfaat Ekonomi0
- BP Taskin, Pemda, dan Swasta Tandatangani MoU Aglomerasi Percepatan Pengentasan Kemiskinan 0
- Kaum Tani Bersama Masyarakat Adat Tano Batak Lawan Perampasan Tanah dan Perbudakan PT TPL0
“Ini bukan sekadar memindahkan badak, tetapi usaha kolektif
menyelamatkan masa depan spesies yang sudah di ambang kepunahan. Sinergi
pemerintah, akademisi, lembaga konservasi, dan masyarakat menjadi kunci. Pemerintah
menargetkan pada 2029 populasi kedua Badak Jawa telah terbentuk, sebagai bukti
nyata komitmen Indonesia menjaga satwa ikonik dunia,” kata Wakil Menteri
Kehutanan Sulaiman Umar Siddiq.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

