- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
The Fed Pangkas Suku Bunga Jadi 3,75 Persen-4 Persen

Keterangan Gambar : Gedung The Fed- Istimewa
JAKARTA- The Federal Open Market Committee (FOMC )
atau Badan Kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat memangkas suku bunga The Fed sedalam 25 basis
poin menjadi 3,75 persen- 4 persen.
Dalam keterangan
resminya dijelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah melihat Indikator aktivitas ekonomi telah berkembang
dengan kecepatan moderat.
“Pertambahan
lapangan kerja melambat tahun ini, dan tingkat pengangguran sedikit meningkat
tetapi tetap rendah hingga Agustus; indikator yang lebih baru konsisten dengan
perkembangan ini. Inflasi telah meningkat sejak awal tahun dan tetap agak
tinggi,” kutipan keterangan resmi FOMC yang digelar pada tanggal 29 Oktober
2025.
Baca Lainnya :
- OJK Perintahkan Pindar Syariah Ini Kembalikan Dana Lender0
- BEI Bidik Pendapatan Rp1,9 Triliun Dengan RNTH Rp14,5 Triliun Per Hari Tahun 20260
- Defisit USD2,3 Miliar, Muhamad Akbar Ungkap Keraguan Kelangsungan Usaha KRAS0
- NPL Bengkak, Laba Bank Mandiri Turun 10 Persen Jadi Rp37,7 Triliun Akhir September 20250
- IHSG Ditaksir Tembus 8.400 Berbekal Kinerja Emiten Hingga Modal Asing0
FOMC
menegaskan berupaya mencapai tingkat lapangan kerja dan inflasi maksimum pada
tingkat 2 persen dalam jangka panjang. Ketidakpastian tentang prospek ekonomi
tetap tinggi.
FOMC juga memperhatikan
risiko bagi kedua belah pihak dalam mandat gandanya dan menilai bahwa risiko
penurunan lapangan kerja meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
“Untuk
mendukung tujuannya dan mengingat pergeseran keseimbangan risiko, Komite
memutuskan untuk menurunkan kisaran target suku bunga dana federal sebesar 25
basis poin menjadi 3,75 persen hingga 4 persen,” kutipan keterangan resmi FOMC
Selanjutnya,
FOMC mempertimbangkan penyesuaian tambahan terhadap kisaran target suku bunga
dana federal, Komite akan secara cermat menilai data yang masuk, prospek yang
berkembang, dan keseimbangan risiko.
Dalam
kesempatan itu, FOMC memutuskan untuk menyelesaikan pengurangan kepemilikan
sekuritas agregatnya pada tanggal 1 Desember. Komite berkomitmen kuat untuk
mendukung peningkatan lapangan kerja dan mengembalikan inflasi ke target 2
persen.
Dalam menilai
sikap kebijakan moneter yang tepat, FOMC akan terus memantau implikasi informasi yang
masuk terhadap prospek ekonomi. FOMC akan siap menyesuaikan kebijakan moneter
sebagaimana mestinya jika muncul risiko yang dapat menghambat pencapaian
tujuan.
Penilaian
FOMC akan mempertimbangkan berbagai informasi, termasuk data kondisi pasar
tenaga kerja, tekanan inflasi dan ekspektasi inflasi, serta perkembangan
keuangan dan internasional.
Pemungutan suara untuk tindakan kebijakan moneter dilakukan oleh Jerome H. Powell, Ketua; John C. Williams, Wakil Ketua; Michael S. Barr; Michelle W. Bowman; Susan M. Collins; Lisa D. Cook; Austan D. Goolsbee; Philip N. Jefferson; Alberto G. Musalem; dan Christopher J. Waller.
Sedankan Stephen I. Miran, yang lebih memilih untuk menurunkan target
kisaran suku bunga dana federal sebesar 50 basis poin pada pertemuan ini.
Namun Jeffrey R. Schmid, memilih tidak ada perubahan pada target kisaran
suku bunga dana federal pada pertemuan ini.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

