- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Tekan Kesenjangan Ekonomi, Pemerintah Segera Bagikan Lahan Tidak Produktif

Bogor-Pemerintah segera mengeluarkan kebijakan pemerataan ekonomi, yang menyangkut tiga hal seperti reforma agraria dan redistribusi asset, pemberian akses permodalan, dan vokasional training. Kebijakan tersebut dikeluarkan guna menekan kesenjangan masyarakat yang semakin luas.
“Pemerintah akan membagi lahan-lahan yang tidak produktif kepada rakyat dalam bentuk konsesi-konsesi kecil kepada rakyat, kepada koperasi, kepada tanah-tanah adat, sehingga aset-aset negara ini terdistribusi dengan baik, dan menjadi sebuah property right bagi rakyat dalam rangka bisa mengakses ke akses-akses permodalan,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/2) pagi.
Baca Lainnya :
- Dalam 6 Bulan Kementan Berhasil Serap Gabah Petani 4 Juta Ton0
- Tak Ada Cabai Impor di Solo0
- Investor Jepang tertarik ternak sapi di NTT0
- Kemtan kembangkan ayam kampung unggul0
- Begini cara mengubah sampah jadi pakan ikan0
Selanjutnya, pada tahapan kedua, menurut Presiden Jokowi, setelah redistribusi asset dan reforma agraria, pemerintah akan masuk pada akses permodalan.“Dan yang ketiga nantinya akan kita garap habis masalah yang berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia, yaitu vokasional training, training-training kejuruan dan sekolah kejuruan,” ungkap Presiden.
Presiden meyakini, kalau ini konsisten dilakukan, maka Indonesia, 100 tahun setelah merdeka, pada tahun 2045, penduduk kita nanti kurang lebih 309 juta akan memiliki pendapatan kotor atau Product Domestic Brutto (PDB) sebesar US$ 9,1 triliun, atau 10 kali lipat dari yang sekarang.
“Pada saat itulah, Indonesia, kalau kita konsisten bekerja seperti sekarang ini, kita akan memasuki abad emas, karena kita akan masuk kapada 5 besar ekonomi terbesar di dunia, dengan pendapatan per kapita kurang lebih 29 ribu dollar AS. Tetapi, dengan catatan, kita bekerja seperti sekarang ini dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 %,” ujar Presiden Jokowi.
Itulah, lanjut Presiden, yang akan terus dikerjakan pemerintah, dan diharapkan apa yang sudah dikerjakan, pembangunan dari pinggiran, pembangunan dari desa, dan pembangunan dari perbatasan ini, benar-benar akan diteruskan.Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan, bahwa pada 1,5 bulan yang lalu, saat dirinya hadir di ulang tahun Partai Hanura yang ke-10, dirinya pernah bercerita mengenai perubahan yang terjadi di perbatasan di Entikong, Kalimantan Barat.
“Saya sampaikan saat itu, dulunya kalau kita lihat di perbatasan di sebelah sana, kalau dibandingkan dengan kantor kita yang seperti kandang, sekarang ini sudah berubah total. Saya kira 3 kali lebih baik dari yang berada di sebelah kita, negara tetangga kita. Nah itu gambarnya. Yang di Motaain juga sama. Dulu kantornya seperti kantor kelurahan, yang sekarang saya kira bisa dilihat gambarnya,” kata Presiden sembari menunjukkan gambar pos perbatas Entikong di layar televisi.
Presiden Jokowi menegaskan, itulah yang akan terus dilakukan. Baik pembenahan atau pembangunan bandara, pembangunan jalan-jalan, trans Kalimantan, trans Papua, jalan tol di Lampung menuju ke Aceh, terus akan dilakukan agar ekonomi kita semakin baik dan rakyat semakin sejahtera.
Sumber: Berita Daerah
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

