- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Superbank Defisit Rp926 Miliar, Investor Tidak Dijamin Dapat Dividen

Keterangan Gambar : Ilustrasi IPO- Istimewa
JAKARTA- PT Super Bank Indonesia Tbk mengincar dana
investor hingga Rp3,062 triliun melalui penawaran umum perdana saham atau
initial public offering (IPO) guna modal kerja seperti penyaluran kredit dan
belanja modal.
Calon emiten bank ini telah mendapat pernyataan pra
efektif untuk melakukan penawaran awal sebanyak 4.406.612.300 saham baru
bernominal Rp100 per lembar atau 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor
penuh.
Bank yang memiliki 2 kantor cabang ini mematok harga
penawaran awal Rp525-Rp695 per lembar dalam penawaran awal mulai tanggal 25
November-1 Desember 2025. Sehingga nilai IPO ini berkisar Rp2,13 triliun.
Baca Lainnya :
- Perusahaan Edwin Pranata Minta Bantuan Investor Borong Sarang Walet Rp105 Miliar 0
- Hilirisasi Timah Jadi Penentu Industrialisasi, MIND ID Diminta Percepat Ekosistem Hilir0
- Indef Takar Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2026 Hanya 5 Persen0
- Perry Warjiyo Dkk Tahan BI Rate di 4,75 Persen 0
- OJK Cap Dormant Bila Rekening Tak Aktif Lebih 1800 Hari0
OJK diharapkan menerbitkan pernyataan efektif IPO pada
tanggal 8 Desember 2025. Jika sesuai jadwal itu, bersama Mandiri Sekuritas,
CLSA Sekuritas, Trimegah Sekuritas dan Sucor Sekuritas melakukan penawaran umum
pada tanggal 10-15 Desember 2025.
Rencananya, 70 persen dana IPO untuk modal kerja
seperti penyaluran kredit. Sisanya, 30 persen dana IPO untuk belanja moda
seperti pengembangan produk, pada pengembangan
teknologi informasi, dan/atau hal-hal lain yang dapat mendukung pertumbuhan
usaha.
Namun perlu diperhatikan, bank digital dengan
pengendali terakhir Rd Eddy K Sariaatmadja dan Anthony Tan Pin Yeow masih mengalami defisit atau akumulasi
kerugian menahun Rp926,12 miliar per 30 Juni 2025.
“Hingga tanggal
Prospektus ini, Perseroan belum memiliki saldo laba ditahan positif yang
memungkinkan Perseroan untuk membagikan dividen,” tulis manajemen Superbank dalam prospektus dikutip dari laman e-IPO,
Selasa(25/11/2025).
Bahkan menajemen mengingatkan
kepada calon investor bahwa tidak ada jaminan bahwa Perseroan akan dapat
membagikan dividen dalam waktu dekat atau sama sekali. Pasalnya, kemampuan membagikan
dividen terkait akan bergantung pada kinerja keuangan di masa depan, laba
ditahan, kondisi keuangan, arus kas, dan kebutuhan modal kerja, serta belanja
modal, komitmen kontraktual, dan biaya yang timbul sehubungan dengan bisnis
Perseroan.
Selain
itu, perseroan mungkin akan menandatangani perjanjian pembiayaan di masa depan
yang dapat membatasi kemampuan Perseroan untuk membayar dividen, dan Perseroan
mungkin menanggung biaya atau kewajiban yang dapat mengurangi atau
menghilangkan kas yang tersedia untuk pembagian dividen.
“Oleh
karena itu, pengembalian kepada pemegang saham mungkin terbatas pada kenaikan
harga Saham Perseroan, jika ada, yang mungkin saja tidak pernah terjadi.” Tulis manajemen Superbank.
Perlu dicermati juga, Superbank telah menjalan program
Long Term Incentive Plan (LTIP) bagi karyawan dan manajemen untuk memiliki 650
juta saham atau 1,92 persen dari total saham. Program itu diikuti oleh 354 perserta
dengan total dana yang diraih Rp65 miliar.
Artinya, peserta LTIP membeli saham superbank dengan
harga Rp1 per lembar. Saham itu akan dialihkan kepada peserta dalam rentang 4
tahun sejak IPO secara bertahap. Tapi selama 8 bulan setelah IPO saham tersebut
belum bisa dipindahtangankan atau lock up.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

