Logo Porosbumi
07 Jul 2026,
07 July 2026
LIVE TV

Suaraga Fest Hadirkan Pengalaman Java Wellness Berakar dari Budaya Solo

PorosBumi 06 Jul 2026, 05:53:56 WIB
Suaraga Fest Hadirkan Pengalaman Java Wellness Berakar dari Budaya Solo

SUARAGA Fest resmi membuka rangkaian festival di hari pertamanya dengan menghadirkan pengalaman yang memadukan wellness, budaya, kreativitas, dan gaya hidup modern.

Mengusung semangat Suara dan Raga, festival ini menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan Solo sebagai The Wellness City of Java, sebuah destinasi yang menawarkan keseimbangan hidup melalui kekayaan budaya dan tradisi lokal yang relevan dengan gaya hidup masyarakat masa kini.

Sebagai kota yang memiliki akar budaya kuat dalam praktik wellness, Solo menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga keseimbangan pikiran, emosi, hingga koneksi dengan komunitas.

Melalui Suaraga Fest, pengunjung diajak merasakan berbagai aktivitas yang merefleksikan filosofi tersebut, sekaligus memperkenalkan Java Wellness sebagai bagian dari identitas budaya Solo kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Berlangsung di Taman Balekambang, Solo, hari pertama Suaraga Fest dibuka dengan Wellness Session dimulai pada pukul 06.15 hingga 10.15, dilanjutkan dengan Music Session yang dibuka mulai pukul 14.30.

Nampak sederet musisi lokal hingga nasional mulai dari The Flyover, Nadhif Basalamah, Man Osman & Traffic Jam, Silampukau, Sore Ze Band hingga Barasuara, serta turut dimeriahkan iringan penampilan hamelan dan wayang Orang Solo.

Para pengunjung dari kalangan muda urban hingga komunitas lokal hadir untuk merasakan transformasi ruang publik Solo untuk keseimbangan hidup yang baru. Sesi Musik Suaraga Fest 2026, Nadhif Basalamah tampil di atas panggung dengan antusiasme para penonton yang memadati Suaraga Stage.

"Melalui Suaraga Fest, kami ingin memperkenalkan Solo sebagai kota dengan energi budaya dan kreativitas yang begitu kuat," ujar Riandika Winandatama, Chief Executive Officer, Boss Creator.

Riantika mengatakan, Suaraga Fest hadir sebagai titik awal destinasi keseimbangan hidup yang tetap berakar pada warisan budaya, namun tetap relevan dan dekat dengan generasi urban masa kini.

Dengan semangat kolaborasi, festival ini turut melibatkan berbagai pelaku industri kreatif di Solo, mulai dari UMKM lokal, komunitas kreatif, seniman, pengrajin, hingga pelaku kuliner sebagai bagian dari ekosistem festival.

"Kami berharap Suaraga Fest dapat menjadi ruang kolaborasi yang tidak hanya menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung, tetapi juga memberikan dampak positif bagi komunitas dan industri kreatif,” kata Riandika.

Laksamana Satrio AP, Co-Founder & Chief Business Officer dari Vindes mengungkapkan, Suaraga Fest bukan hanya tentang membuat festival, tetapi bagaimana menghadirkan ruang yang terasa dekat, hangat, dan relevan dengan keseharian generasi sekarang.

"Kami ingin membawa pengalaman yang membuat orang bisa menikmati musik, budaya, komunitas, sekaligus kembali terkoneksi dengan dirinya sendiri dan kota tempat festival ini berlangsung," kaya dia. 

“Senang rasanya bisa menjadi bagian dari kolaborasi di Suaraga Fest, sebuah ruang yang memadukan musik, wellness, budaya, dan komunitas dalam satu pengalaman yang holistik," ujar Suherman Soemardi, COO MADHAUS.

"Melalui berbagai wellness activities hingga community activation seperti Mlaku Santai dan Pit-Pitan, kami ingin menghadirkan pengalaman yang terasa dekat dengan keseharian masyarakat Solo sekaligus tetap relevan dengan gaya hidup generasi masa kini,” sambungnya.

Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto, mengungkapkan Solo memiliki akar budaya yang kuat dalam praktik wellness. Karena itu, pihaknya ingin mengangkat Java Wellness sebagai bagian dari identitas budaya kota ini.

"Melalui upaya rebranding Solo bersama dengan Suaraga Fest, kami juga berkomitmen mendukung komunitas di industri kreatif Solo pada khususnya dan pelaku wellness agar terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat luas,” ujar Respati.

Setali tiga uang, Arthur, mewakili Balai Suka menyampaikan, melalui pendekatan yang inklusif dan dekat dengan gaya hidup masa kini, Suaraga Fest menjadi perpanjangan dari semangat yang mereka bangun di Balai Suka untuk menghubungkan komunitas, kreativitas, dan budaya.

"Kami berharap inisiatif ini dapat membuka lebih banyak ruang kolaborasi di kota Solo khususnya, sekaligus mendorong masyarakat untuk kembali terhubung dengan kota, budaya, dan komunitasnya," ujar Arthur, mewakili Balai Suka.

Sepanjang Suaraga Fest, pengunjung menikmati penampilan musisi nasional sekaligus mengikuti berbagai aktivitas untuk raga mulai dari yoga, mat pilates hingga Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) bersama para praktisi yoga seperti Sazou Gautama, Rindu & Carissa, Anjasmara, dan masih banyak lagi. 

Sementara Limited Premium Raga menghadirkan premium wellness experiences bersama Atsiri Jawa dan terinspirasi dari filosofi keseimbangan hidup dalam budaya Jawa.

Program ini menghadirkan rangkaian pengalaman eksklusif seperti Beksan Laku Jawi & Laras Wening serta Racik Candra Raksi, yang menggabungkan olah gerak, meditasi, refleksi diri, dan eksplorasi aroma dalam satu perjalanan yang holistik.

Di hari kedua Suaraga Fest menghadirkan pengalaman yang lebih dalam dengan Konser Setapak Sriwedari bersama Maliq & D'Essentials, ditambah Orkes Latar Jembar, Fanny Soegi, ALI, FSTVLST, dan UCUPOP.

Wellness sessions pun lebih intensif dengan fokus pada introspeksi dan memperdalam koneksi dengan tradisi Jawa. Hingga closing ceremony festival menjadi moment bersejarah bagi Solo dan industri festival Indonesia.

Suaraga Fest percaya bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi fondasi dari keseimbangan hidup. Dan hal tersebut bukan sekadar tren, melainkan bagian dari masa depan sebuah kota. (hendri irawan)

Topik Terkait

Komentar Pembaca ( 0)

Tulis Komentar
Tinggalkan Komentar
```