- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Sari Kreasi Boga Incar Cuan Bisnis Agrifood
Keterangan Gambar : Manajemen RAFI Pada Publik Ekspos 2025- RAFI
JAKARTA-PT Sari Kreasi Boga Tbk
(RAFI) tengah mengembangkan lini
usaha baru di sektor agrifood. Langkah
itu menjadi arah perseroan tahun 2025-2026 guna ikut serta dalam program
ketahanan pangan nasional.
Direktur
Utama SKB Food Eko Pujianto mengatakan arah strategis Perusahaan dilandasi tema
“Lebih Berdampak dan Lebih Bernilai” untuk memperkuat bisnis yang telah
digeluti sehingga secara fundamental semakin kokoh.
”Arah
strategis ini merupakan pilar untuk mencapai visi besar SKB Food sebagai integrated food company baik untuk agrifood maupun seafood. Perseroan menempatkan diri sebagai bagian dari solusi
ketahanan pangan nasional,” ucapnya pada Public Expose SKB Food 2025 secara
daring, Jumat(28/11/2025)
Baca Lainnya :
- Dukungan Danantara Perkuat Akselerasi Pemulihan Krakatau Steel0
- Superbank Defisit Rp926 Miliar, Investor Tidak Dijamin Dapat Dividen0
- Perusahaan Edwin Pranata Minta Bantuan Investor Borong Sarang Walet Rp105 Miliar 0
- Hilirisasi Timah Jadi Penentu Industrialisasi, MIND ID Diminta Percepat Ekosistem Hilir0
- Indef Takar Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2026 Hanya 5 Persen0
Secara
umum, Perseroan menjelaskan fokus utama pada penguatan fundamental, efisiensi
operasional, serta pengembangan lini usaha baru di sektor agrifood dan
peternakan. Perseroan melihat peluang signifikan pada komoditas buah-buahan
lokal melalui perbaikan proses pascapanen, standardisasi kualitas, dan
integrasi distribusi.
Pada
saat yang sama, rencana pengembangan sektor unggas diarahkan untuk memperkuat
ketersediaan pasokan daging ayam dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Manajemen SKB Food melihat hasil peternakan di Indonesia terutama unggas
memiliki potensi besar di tengah tekanan komoditas impor.
Inisiatif
ini pada satu sisi merupakan langkah strategis Perseroan untuk memerkuat
kapasitas dalam menyediakan bahan pangan berkualitas, memerluas rantai pasok,
serta meningkatkan aspek profitabilitas Perusahaan.
Meski
begitu, Eko Pujianto menjelaskan bahwa di sisi lain ada aspek yang tidak kalah
penting yaitu meningkatkan daya saing komoditas lokal. ”Ketahanan pangan
nasional harus diraih dan diupayakan bersama. SKB Food berinisiatif menjadi
bagian dari upaya ini yang diharapkan menciptakan nilai dan dampak positif
secara lebih luas.”
Sementara
itu, sepanjang 2025, Perseroan menilai bahwa industri makanan, minuman, dan
waralaba masih menghadapi dinamika biaya dan permintaan yang mempengaruhi
kinerja hingga kuartal ketiga 2025. Meskipun demikian, SKB Food tetap menjaga
stabilitas operasional melalui konsolidasi bisnis inti, optimalisasi rantai
distribusi, dan penataan portofolio usaha.
Pendapatan
SKB Food sampai dengan kuartal ketiga 2025 adalah sebesar Rp135,035 miliar
serta masih mencatatkan rugi bersih Rp23,010 miliar. Kontributor utama
pendapatan terutama adalah dari komoditas ikan sebesar Rp69,899 miliar,
komoditas beras sebesar Rp46,003 miliar, penjualan melalui Lazizaa Rahmat
Semesta (LRS) sebesar Rp12,689 miliar, dan bahan baku – kebab sebesar Rp3,832
miliar.
”SKB Food percaya bahwa ketangguhan bisnis bukan hanya diukur dari kinerja jangka pendek melainkan dari kemampuan beradaptasi dan memberikan manfaat lebih luas. Dengan memasuki agrifood dan peternakan, SKB Food mengakselerasi transformasi dari sekadar berbasis trading dan operator F&B menjadi perusahaan pangan terintegrasi yang dapat memberikan dampak langsung bagi petani, peternak, dan konsumen,” ungkap Eko Pujianto.
Selain
itu, pada 2026 SKB Food juga akan melakukan digitalisasi dan penggunaan Sistem
IT dalam perluasan jaringan distribusi dan rantai pasok. Mencakup produk pangan
dan non-pangan. Perseroan juga akan membangun lebih banyak brand seperti Rafi
Express, Rafina (produk beras), EsKabeh (Seafood), dan Sedap Kesayangan Boenda
(Sekeboen) yang merupakan produk makanan siap santap (ready to eat).
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

