- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Sapta Pala SMAN 7 Jakarta Kirim Relawan ke Lokasi Bencana Alam di Sukabumi

JAKARTA - Bertepatan dengan Hari
Gunung Internasional, Sapta Pala SMA Negeri 7 Jakarta memberangkatkan dua
relawan garis depan untuk membantu penanganan bencana alam di Sukabumi, Jawa
Barat. Berbekal surat jalan dari organisasi yang mengamanahkannya, Muhammad
Aditya dan M Evan Sekewaels berangkat menuju desa Cikadu, Kec Pelabuhan Ratu,
Kabupaten Sukabumi.
Sebelumnya dikabarkan, Kepala Pusat Data, Informasi dan
Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan beberapa daerah sempat
terisolasi akibat akses jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun
roda empat. Salah satunya, kata dia, terletak di Kecamatan Simpenan.
"Jembatan yang sehari-hari menjadi penghubung aktivitas warga, kini rusak
diterjang material yang terbawa saat banjir," kata Muhari melalui
keterangan tertulis.
Dari lapangan M Evan mengabarkan, berdasarkan data BMKG
bahwa prakirakan cuaca Jakarta dan sekitarnya dominan berawan tebal. “Bahkan
menurut BMKG prakirakan sebagian besar wilayah berpotensi hujan petir,”
tukasnya.
Baca Lainnya :
- Perkuat Toleransi Beragama, IPARI Karanganyar Gelar Bakti Religi Membersihkan Rumah Ibadah0
- Wamentan Dorong Optimasi Lahan Rawa 106.000 Ha dan 150.000 Ha Cetak Sawah Baru di Sumsel0
- Lucu dan Gemoynya Anak Badak Jawa Menyusu ke Induknya0
- Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Deliserdang, Ijeck: Ini Kewajiban Kami0
- Sinergi Kemenkop-KemenTrans Bangun Kemandirian Ekonomi di Kawasan Transmigrasi0
Meski demikian, berbagai kemungkinan akan dihadapi oleh dua
orang relawan dari Sapta Pala. “InsyaAllah kami hadapi semuanya. Kami sudah
dilatih di Pendidikan Dasar Sapta Pala, bahwa hujan bahkan badai adalah teman.
Doakan agar kita berdua bisa menyelesaikan misi yang bisa dibilang tidak mudah
ini,” timpal Aditya.
Sementara itu, Ketua Operasi Bencana Alam Sukabumi, Nugie
Prakoso menyampaikan, rapat koordinasi tadi malam menekankan, bahwa sebelum
berangkat anggota tim semuanya dan tidak ada kendala berarti. “Sudah siap semua,
sudah diperhitungkan dengan matang. Bahkan kami akan membuat tim lanjutan agar operasi
ini berkesinambungan, mengingat lokasi terdampak banjir banyak sekali titiknya,”
kata dia.
“Mengapa kami memberangkatkan anggota bertepatan dengan Hari
Gunung Internasional, ini sekaligus pesan bahwa bumi kita sedang tidak baik
baik saja. Di bagian lainnya di dunia ada perang, di bagian lain ada bencana
alam, bahkan bencana kemanusiaan. Mari kita semua melatih diri agar bisa
bermanfaat bagi semua,” tutur Nugie. (fadlik al iman)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

