- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
RSUD Tamiang Kembali Beroperasi, Kementerian PU Lanjutkan Pembersihan Lumpur dan Sediakan Air Bersih

ACEH TAMIANG – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan penanganan pascabencana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, yang kini mulai beroperasi secara bertahap. Fokus utama penanganan meliputi pembersihan ruang layanan utama dari endapan sedimen lumpur serta pemulihan suplai air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Karang Baru.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar di fasilitas pelayanan publik menjadi prioritas utama. Hal ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan di masa tanggap darurat.
“Amanah Pak Presiden, dalam kondisi tanggap darurat ini seluruh rumah sakit dan puskesmas dapat difungsikan secara maksimal seiring berjalannya waktu,” ujar Menteri Dody. Untuk mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan seluas 41.644 meter persegi tersebut, Kementerian PU mengerahkan 137 orang pekerja yang didukung oleh kombinasi alat berat dan peralatan manual.
Pembersihan material sisa banjir dilakukan menggunakan 2 unit ekskavator dan 9 unit dump truck. Guna menjangkau area yang sulit, tim di lapangan juga dibekali dengan peralatan manual berupa 40 unit cangkul, 50 unit angkong (artco), dan 30 unit sekop.
Selain pembersihan fisik bangunan, Kementerian PU juga bekerja memulihkan jaringan air bersih pada SPAM IKK Karang Baru berkapasitas 100 liter/detik untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi rumah sakit. Penanganan yang dilakukan berupa pembersihan sedimen, persiapan fabrikasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Baja baru berkapasitas 2 x 50 liter/detik, serta perawatan (maintenance) IPA Beton existing agar tetap berfungsi darurat.
Saat ini, pipa air dari SPAM mulai disambungkan ke rumah sakit sembari dilakukan perbaikan pada jaringan perpipaan internal rumah sakit yang tersumbat sedimen. Menteri Dody menekankan pentingnya ketersediaan air bersih bagi operasional rumah sakit.
“Air bersih harus segera tersuplai ke rumah sakit. Kita akan mempercepat penyambungan pipa dari IPA Karang Baru ke rumah sakit ini agar air dapat memenuhi kebutuhan dari setiap ruangan-ruangan yang sudah beroperasi,” tegas Menteri Dody.
Sementara itu, Direktur RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, dr. Andika Putera, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Kementerian PU. Menurutnya, kondisi awal rumah sakit sangat memprihatinkan karena tertimbun lumpur di halaman dan seluruh ruangan tanpa terkecuali, yang juga menutup saluran drainase.
“Alhamdulillah, kita dapat dibantu oleh Kementerian PU untuk membersihkan seluruh area rumah sakit dan mendapati perbedaan yang signifikan. Diharapkan sekitar seminggu ke depan dapat clear (bersih) semua,” ungkap dr. Andika.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah selama masa tanggap darurat dan pemulihan, sekaligus memastikan infrastruktur dasar penopang kehidupan masyarakat berfungsi kembali secara optimal. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

