- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Petani Bahagia, Harga Gabah Rp6.500/Kg Dorong Produktivitas dan TIngkatkan Pendapatan
4.jpg)
MAJALENGKA – Para petani di
berbagai sentra produksi padi nasional mengungkapkan rasa syukur dan
kebahagiaan mereka atas kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menaikkan
Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram. Kebijakan
ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan, sekaligus
mendorong produktivitas pertanian.
Joko (47), Ketua Gapoktan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur,
menyampaikan bahwa kebijakan Presiden Prabowo telah berdampak langsung pada
hasil dan kesejahteraan petani. Menurutnya, produksi padi di daerahnya mampu
meningkat hingga tujuh kali panen dalam dua tahun terakhir.
“Kami para petani di Ngawi bahagia dengan kebijakan Bapak
Presiden. Harga gabah naik menjadi Rp6.500 per kilogram, dan pupuk pun kami
terima dengan sangat mudah,” ujar Joko, Senin, 7 April 2025.
Baca Lainnya :
- KKP: Perpres 6/2025 Prioritaskan Pembudidaya Ikan Skala Kecil Jadi Penerima Pupuk Subsidi 0
- Anggota ASPAI Se-Indonesia Uji Kompetensi Budidaya Anggur2
- DWP Kemenkop dan LPDB Gelar Sosialisasi Perkoperasian dan Akses Pembiayaan Dana Bergulir di Cirebon0
- Bersama Menteri PU, Mendes Akan Tuntaskan Jalan Rusak di Desa-Desa Tertinggal0
- Kick Off Hari Desa, Mentan Ajak Kades Seluruh Indonesia untuk Jaga Ketahanan Pangan0
Selain itu, Joko juga mengapresiasi langkah cepat Perum
Bulog yang turun langsung ke lapangan untuk menyerap hasil panen petani.
“Alhamdulillah, Bulog bergerak cepat. Pupuk mudah didapat. Harapan kami, sistem
penyalurannya bisa terus disederhanakan agar tengkulak tidak lagi bermain di
sektor pertanian,” imbuhnya.
Senada dengan Joko, Ketua Gapoktan Sumber Makmur di
Kabupaten Serang, Provinsi Banten, juga mengungkapkan terima kasih kepada
Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas
perhatian serius terhadap petani.
“Alhamdulillah, pengolahan lahan pertanian kini semakin
baik. Pupuk lancar, harga gabah stabil, dan irigasi berfungsi dengan baik. Ini
semua berkat kepemimpinan Presiden Prabowo,” katanya.
Ia menambahkan, hasil panen raya di wilayahnya telah
mencapai 10,2 ton per hektare, meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya
7,5 ton per hektare. “Pupuk lancar, penghasilan meningkat. Petani benar-benar
merasakan manfaatnya,” ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bersama Mentan Amran menghadiri
Panen Raya Serentak di 14 Provinsi, yang dipusatkan di Kabupaten Majalengka,
Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Presiden juga ikut mengoperasikan combine
harvester, alat panen modern yang menjadi simbol kemajuan mekanisasi pertanian
nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa
kebijakan menaikkan HPP gabah ini menjadi bentuk nyata keberpihakan Presiden
kepada petani. Ia menyebut lebih dari 100 juta petani di Indonesia merasakan
manfaat langsung dari kebijakan tersebut.
“Terima kasih dari petani Indonesia. Harga gabah naik
Rp6.500 per kilogram. Ini adalah kebahagiaan besar bagi seluruh petani. Petani
juga merasa terbantu karena distribusi pupuk kini jauh lebih mudah dan
efisien,” kata Mentan Amran.
Menutup acara panen raya, Presiden Prabowo menyampaikan
apresiasi dan rasa hormatnya kepada seluruh petani Indonesia. Ia menegaskan
bahwa petani adalah pahlawan pangan yang wajib dimuliakan.
“Kami bangga mengabdi kepada rakyat. Tidak ada panggilan
lebih mulia daripada membela petani. Karena itu, petani harus dimuliakan, harus
makmur. Dan kami akan buktikan itu bersama-sama,” tegas Presiden Prabowo
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

