- Polusi Udara Meningkatkan Risiko dan Memperburuk Kondisi Penderita MND
- Sistem Pertahanan Tubuh Dapat Menentukan Seberapa Sakit Kita Saat Terserang Flu
- Aspek Hukum Clear, KPK Dukung KemenPKP Optimalkan Lahan Meikarta untuk Rusun Bersubsidi
- BRIN - OceanX Identifikasi 14 Spesies Megafauna dan Petakan Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara
- Bantuan Bencana Sumatera Didominasi Makanan Instan, Kesehatan Anak Jadi Taruhan
- Krisis Makna di Balik Identitas Starbucks di Era Digital
- Mengapa Komunikasi PAM Jaya Perlu Berubah
- Krisis BBM Pertamina, Ketika Reputasi, Identitas, dan Kepercayaan Publik Bertabrakan
- Greenpeace-WALHI: Pencabutan 28 Izin Perusahaan Pasca Banjir Sumatera Harus Transparan dan Tuntas
- KemenPU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Pandutani Bentuk Satgas Bantu Rehabilitasi Kehidupan Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera

JAKARTA - Mengingat situasi di Sumatera Utara (Sumut), Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) harus segera direhabilitasi pasca bencana banjir dan longsor, organisasi Pandutani Indonesia (Patani) segera menurunkan Satuan Tugas (Satgas) untuk membantu pemulihan kehidupan warga yang terdampak bencana.
Bersama stakeholders terutama para mitra Patani, pemulihan fokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat bisa kembali bangkit secepat mungkin. Ketua Umum Patani, Sarjan Tahir menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk tim yang nantinya akan berkoordinasi dengan Kanwil Patani Sumut, Aceh, dan Sumbar, untuk melakukan mapping (pendataan) di lapangan agar tahapan pemulihan bisa dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
“Fase rehabilitasi dan rekonstruksi tengah dipersiapkan. Nantinya ini akan menjadi laporan juga sekaligus masukan Patani kepada para stakeholders, terutama pihak Pemerintah, apa-apa saja yang nantinya butuh pemulihan cepat," ujar Sarjan, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Minggu (7/12/2025).
Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan sementara, tetapi benar-benar mendapatkan kepastian pemulihan jangka panjang. “Fokus pemulihan adalah mengembalikan harapan masyarakat, selain mendapatkan bantuan jangka pendek berupa sembako dan perbaikan fasilitas lainnya,” tegas Sarjan.
Sarjan melanjutkan, adapun strategi pemulihan yang akan dilakukan Patani, akan menyentuh kebutuhan dasar sekaligus memastikan warga bisa membangun kembali kehidupan ekonomi mereka secara berkelanjutan. "Untuk memastikan pemulihan berjalan cepat, Patani tentu tidak bisa bekerja sendiri, dan akan bekerja sama dengan stakeholders, terutama Pemerintah termasuk pihak swasta," tutur Sarjan.
Sarjan kembali menekankan, karena selama ini Patani konsen pada persoalan kehidupan masyarakat tani, nelayan dan UMKM, pemulihan yang dilakukan akan lebih terkonsentrasi pada pemulihan pembangunan yang menyentuh langsung pada kelompok masyarakat marjinal tersebut.
Selain melakukan pendampingan berupa pemulihan psikologis terhadap warga yang terdampak musibah, tim yang diturunkan juga akan mendata hunian dan lahan pertanian, alsintan hingga infrastruktur pertanian yang mengalami kerusakan, seperti irigasi, bendungan, termasuk listrik, jalan dan jembatan di sentra-sentra pertanian.
"Kanwil Patani Sumut, Aceh dan Sumbar akan dilibatkan dalam upaya pemulihan ini, di-support para kontraktor dan investor yang selama ini kerap bekerja sama dengan Patani. Bung Rahmat Hasibuan, selaku Ketua kanwil Sumut kita tunjuk sebagai komandan satgas operasi pemulihan ini," tukas Sarjan.
Dalam kesempatan tersebut, Sarjan tak lupa menyampaikam apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menangani warga terdampak bencana. Seluruh kementerian, lembaga, TNI/Polri, Pemda hingga dinas dan instansi pemerintahan sampai lapisan terbawah bersatu padu.
"Apalagi Bapak Presiden Prabowo bersama para menteri, seperti Pak Mentan Amran Sulaiman, Menko Infrastruktur Bung AHY dan lainnya, langsung turun ke lokasi dan menyapa warga terdampak bencana. Ini sangat luar biasa, sebagai wujud hadirnya negara mengatasi kesusahan masyarakatnya," tandas Sarjan. (hendri irawan)
.jpg)
1.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)

.jpg)

